Laporan Percobaan Kimia Asam dan Basa

Laporan Percobaan Kimia

Asam dan Basa

Kelompok V

 

 

 

 

Di Susun Oleh:

Ilma Nurhidayati

Kelas : XI IPA 3

 

SMA NEGERI 1 BANJARMASIN

Tahun Ajaran 2012-2013

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian larutan asam dan basa.

Penulisan laporan ini merupakan salah satu tugas dari hasil praktik yang dilakukan di laboratorium sains. Kami ucapkan terimakasih banyak atas kerjasama dari teman-teman anggota yang dengan kompak membantu menyelesaikan laporan ini.

          Dalam Penulisan laporan ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini.

Banjarmasin, 22 Febuari 2013

 

 

Penyusun

Larutan Asam Dan Basa

Tujuan Percobaan 1

Membedakan sifat asam – basa berbagai jenis larutan

Tujuan Percobaan 2

Mengenali berbagai macam indicator sifat asam basa larutan

Tujuan percobaan 3

1. Mengamati kemampuan identifikasi kekuatan asam- basa larutan dan membandingkan  dengan indicator universal (pH stick) “jika konsentrasi berubah apakah warna berubah”?

2. Membandingkan kekuatan asam – basa berbagai larutan dengan konsentrasi yang  sama “apakah HCl 0,1 ; CH3COOH 0,1 ; NaCl 0,1 ; NH3 0,1 ; NaOH 0,a ; warna sama dengan pH?”

KAJIAN TEORI

Indikator adalah suatu senyawa yang dapat memberikan warna berbeda dalam suasana yang berbeda, misalnya lakmus yang dalam suasana asam berwarna merah sedangkan dalam suasana basa berwarna biru.

Di sekitar kita, terdapat beberapa zat warna alami yang dapat digunakan sebagai indikator, seperti kunyit, ekstrak daun mahkota bunga berwarna, dengan syarat dapat mengalami perubahan warna dalam suasana yang berbeda.

Dengan indikator, kita dapat menentukan suatu larutan bersifat asam, basa, atau netral. Dengan indikator universal kita dapat menentukan pH suatu larutan. Indikator universal adalah campuran dari beberapa macam indikator yang telah distandarisasi warnanya pada pH 0-14. Oleh karena itu, dengan mencocokkan warna indikator universal dalam suatu larutan dengan warna standart, kita dapat memperkirakan pH larutan tersebut.

Di laboratorium, terdapat beberapa indikator misalnya phenolptalien (PP), brom timol biru (BTB), metil merah (MM), metil jingga (MJ) dengan trayek perubahan tertentu.

Warna indikator berubah secara gradual. Indikator lakmus berwarna merah dalam larutan yang memiliki  pH sampai dengan 5,5 dan berwarna biru dalam larutan yang memiliki pH lebih dari 8, sedangkan dalam larutan yang pH-nya antara 5,5-8, warna lakmus adalah kombinasi dari kedua warna tersebut, yaitu berubah dari merah menjadi ungu kemudian menjadi biru. Batas-batas pH ketika indikator mengalami perubahan warna, kita sebut dengan trayek perubahan warna indikator, dan dengan memperhatikan trayek pH perubahan warna indikator tersebut, kita dapat memperkirakan harga pH suatu larutan.

Beberapa indikator beserta trayek pH-nya

Indikator

Warna

pH

Phenolptalein

Tak Berwarna – Merah

8,3 – 10,0

Bromtimol biru

Kuning – Biru

6,0 – 7,6

Metil Merah

Merah – Kuning

4,2 – 6,3

Metil Jingga

Merah – Kuning

2,9 – 4,0

1.  larutan bersifat asam ditunjukkan  oleh perubahan warna lakmus  dari  warna  biru  menjadi merah,

2. Larutan  bersifat basa ditunjukkan oleh perubahan warna lakmus  dari  warna merah menjadi biru,

3. larutan bersifat netral ditunjukkan oleh tidak adanya perubahan warna lakmus  baik lakmus merah maupun lakmus biru.

PEMBAHASAN

  1. Alat dan Bahan

Percobaan 1

  1. Plat tetes
  2. Pipet
  3. Kertas lakmus merah dan biru
  4. Berbagai Larutan yang digunakan

Percobaan 2

  1. Plat tetes
  2. Pipet
  3. Indikator yang digunakan (Bromtimol biru, Metil merah, Metil Jingga, Phenolptalein, Kunyit, Jeruk nipis, Kembang kertas, Kenanga beralkohol, anggrek)
  4. Larutan ( HCl ,CH3COOH, NaCl, NH3, NaOH )

Percobaan 3

  1. Plat tetes
  2. Pipet
  3. Gelas kimia
  4. Indikator yang digunakan (Bromtimol biru, Metil merah, Metil Jingga, Phenolptalein)
  5. PH stick
  6. Larutan yang digunakan (HCl ,CH3COOH, NaCl, NH3, NaOH, Larutan X , dan larutan Y )
  1. Cara Kerja

Percobaan 1

  1. Masukkan 5 tetes HCl ke dalam plat tetes
  2. Masukan kedua kertas lakmus merah dan biru ke dalam plat tetes tersebut
  3. Amati perubahan warna pada kertas lakmus setelah di masukan ke dalam larutan HCl.
  4. Ulangi langkah di atas pada larutan kedua dan seterusnya.
  5. Golongkan semua larutan berdasarkan perubahan warna lakmus dan sifat larutan

Percobaan 2

  1. Masukkan 5 tetes HCl ke dalam 9 lubang plat tetes
  2. Masukkan 1 tetes indicator (Bromtimol biru, Metil merah, Metil Jingga, Phenolptalein, Kunyit, Jeruk nipis, Kembang kertas, Kenanga beralkohol, anggrek) ke dalam masing-masing lubang.
  3. Amati perubahan warna
  4. Ulangi langkah diatas pada larutan kedua dan seterusnya.
  5. Tentukan trayek PH

 

Percobaan 3

  1. Masukkan 5 tetes HCl ke dalam 4 lubang plat tetes
  2. Masukkan 1 tetes indicator (Bromtimol biru, Metil merah, Metil Jingga, Phenolptalein) ke dalam masing-masing lubang.
  3. Amati perubahan warna pada keempat lubang yang telah ditetesi indicator.
  4. Kemudian larutan HCl diteteskan ke PH stick
  5. Tentukan angka PH stick berdasarkan kertas PH indicator.

No.

Larutan

Warna Lakmus

Sifat Larutan

Merah

Biru

1.

HCl

Merah

Merah

Asam

2.

CH3COOH

Merah

Merah

Asam

3.

NaCl

Merah

Biru

Netral

4.

NH3

Biru

Biru

Basa

5.

NaOH

Biru

Biru

Basa

6.

Air Suling

Merah

Biru

Netral

7.

Air ledeng

Merah

Biru

Netral

8.

Cuka

Merah

Merah

Asam

9.

Larutan Garam

Merah

Merah

Asam

10.

Bromtimol Biru

Merah

Merah

Asam

11.

CuSO4

Merah

Merah

Asam

12.

Metil Merah

Merah

Merah

Asam

13.

Metil Jingga

Merah

Merah

Asam

14.

Air Sumur

Biru

Biru

Basa

15.

Air Hujan

Merah

Biru

Netral

16.

Air Sungai

Merah

Biru

Netral

17.

Air Abu

Biru

Biru

Basa

18.

Air Kapur

Biru

Biru

Basa

19.

Air Jeruk

Merah

Merah

Asam

20.

Air Gula

Merah

Biru

Netral

21.

Air Sabun

Merah

Biru

Netral

22.

Air Aki

Merah

Biru

Netral

Tabel Percobaan 1

Foto Pengamatan:

  • Kelompok larutan asam adalah   : HCl, Cuka, CH3COOH, larutan garam, Air Jeruk, CuSO4, Bromtimol Biru, Metol Merah, Metil Jingga.
  • Kelompok larutan basa adalah    : NaOH, Air kapur, NH3, Air Sumur, Air Abu.
  • Kelompok larutan netral adalah   : NaCl, Air Suling, Air Ledeng, Air Hujan,  Larutan Gula, Air Radiator, Air Sungai,   Air Sabun.

NB: didalam percobaan kami ada beberapa data yang tidak sesuai dengan teori, karena adanya kesalahan pipet yang terkontaminasi.

Tabel Percobaan 2

No.

Indikator

Warna Indikator pada Larutan

Trayek pH

 

HCl

CH3COOH

NaCl

NH3

NaOH

 

1

Bromtimol Biru

Kuning

orange

hijau

hijau

biru

Kuning(6.0)-biru(7,6)

 

2

Metil Merah

Pink

pink

pink

kuning

kuning

Merah(4,2)- Kuning (6,3)

 

3

Metil Jingga

Merah

merah muda

orange

jingga muda

orange

Merah (2,9)- Kuning (4,0)

 

4

Phenolptalein

Bening

bening

bening

pink muda

pink muda

Bening(8,3)- Pink (10)

 

5

Kunyit

kuning muda

kuning  muda

kuning

kuning muda

cokelat

   

6

Jeruk Nipis

bening

bening

bening

bening

bening

Bukan indikator

 

7

Kembang Kertas

abu-abu

abu-abu

abu-abu

abu-abu

coklat ke abu-abuan

   

8

Kenanga Beralkohol

bening

bening

abu-abu

kuning muda

kuning

   

9

Anggrek

bening

bening

cokelat muda

cokelat

cokelat muda

   

 

Sifat Larutan

Asam Kuat

Asam Lemah

Netral

Basa Lemah

Basa Kuat

   
 

1. Indikator yang bisa membedakan asam kuat dan asam lemah adalah metil jingga.

2. Indikator yang bisa membedakan antara basa kuat dari asam lemah adalah bromtimol biru, metil merah, phenolptalein, kunyit, kembang kertas, kenanga berakohol, anggrek.

3. Tuliskan perubahan warna indikator alami yang digunakan untuk berbagai tingkat keasaman.

     – pada kunyit : dari kuning menjadi cokelat

     – pada kembang kertas : dari abu-abu menjadi kecoklatan

     – pada Kenanga berakohol : dari bening menjadi kuning

     -pada Anggrek : dari bening menjadi cokelat muda

4. Jadi indikator alami yang dapat membedakan asam kuat, asam lemah, netral, dan basa lemah  dari basa kuat adalah kunyit dan kembang kertas.

5. Indikator alami yang dapat membedakan asam kuat, asam lemah dari basa kuat dan basa lemah adalah Kenanga beralkohol dan anggrek.

Foto Pengamatan :

Metil Merah

Jeruk Nipis

Anggreh & kenanga Berakohol

Kunyit

Metil Jingga

Kembang Kertas

Bromtimol Biru

Phenolptalein

Tabel Percobaan 3

No

Indikator

Warna Indikator pada Larutan

Angka pH stick

Metil merah

Metil jingga

Bromtimol biru

Phenolphetalein

1

HCl 0,1 M

Merah muda

Merah tua

Kuning

Bening

1

2

HCL 0,01 M

merah

Merah tua

kuning

Putih

2

3

CH₃COOH 0,1 M

pink

Merah tua

kuning

bening

3

4

CH₃COOH 0,01 M

merah

Merah tua

kuning

bening

3

5

NaCl 0,1 M

Merah kekuning

jingga

Jingga kekuningan

bening

6

6

NaCl 0,01 M

Jingga tua

jingga

kuning

bening

5

7

NH₃ 0,1 M

Kuning

jingga

biru

pink

8

8

NH₃  0,01 M

Jingga tua

jingga

kuning

pink

4

9

NaOH 0,1 M

kuning

jingga

biru

ungu

14

10

NaOH 0,01 M

kuning

jingga

biru

pink

5,5

11

Larutan X

merah

Merah tua

kuning

bening

3

12

Larutan Y

jingga

Jingga kemerahan

kuning

bening

7

1. Indikator apa yang bisa membedakan larutan 1 dan larutan 2 ?

Jawab : Metil Merah dan Phenolphetalein

2. Indikator apa yang bisa membedakan larutan 3 dan larutan 4 ?

Jawab : Metil Merah

3. Indikator apa yang bisa membedakan larutan 5 dan larutan 6 ?

Jawab : Metil Merah dan Bromtimol Biru

4. Indikator apa yang bisa membedakan larutan 7 dan larutan 8 ?

Jawab : Metil Merah dan Bromtimol Biru

5. Indikator apa yang bisa membedakan larutan 9 dan larutan 10 ?

Jawab : Phenolphetalein

6. Indikator apa yang bisa membedakan larutan 1,3,5,7 dan larutan 9 ?

Jawab : Metil merah, Metil Jingga, Bromtimol biru, Phenolptalein.

7. Berdasarkan uji pH stick apakah larutan 1,3,5,7 dan 9 memiliki pH yang sama ?

Jawab : Ada, yaitu pada larutan 1 dan larutan 3 yaitu pH 1.

8. Berapakah prediksi PH larutan X berdasarkan keempat indikator ?

            Jawab :

Metil Merah

4,2 – 6,3

Merah-Kuning

Merah

Dibawah 4,2

Metil Jingga

2,9 – 4,0

Merah-Kuning

Merah Tua

Dibawah 2,9

Bromtimol Biru

6,0 – 7,6

Kuning-Biru

Kuning

Dibawah 6,0

PP

8,3 – 10,0

TB-Merah

TB

Dibawah 8,3

Jadi prediksu yang kami dapatkan yaitu bahwa larutan X memiliki pH dibawah 2,9.

 

 

 

9. Berapakah prediksi PH larutan Y berdasarkan keempat indikator ?

            Jawab :

Metil Merah

4,2 – 6,3

Merah-Kuning

Jingga

Diatas 4,2

Metil Jingga

2,9 – 4,0

Merah-Kuning

Jingga Kemerahan

Diatas 2,9

Bromtimol Biru

6,0 – 7,6

Kuning-Biru

Kuning

Dibawah 6,0

PP

8,3 – 10,0

TB-Merah

TB

Dibawah 8,3

Jadi prediksu yang kami dapatkan yaitu bahwa larutan Y memiliki pH antara 2,9 – 6,0 (pH 6,0).

Kesimpulan

 

Percobaan 1

Dari hasil penilitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa larutan Asam dan Basa dapat diketahui dengan kertas lakmus . Perubahan warna pada kertas lakmus menentukan lingkungan Asam atau Basanya.

Percobaan 2

Indikator buatan bisa membedakan asam , netral , basa lemah dan basa kuat.

Indikator alami hanya bisa membedakan asam dan netral dari basa.

Percobaan 3

Perubahan konsentrasi bisa mempengaruhi perubahan pada warna indikator

    Daftar Pustaka

 

http://muridingindimengerti.blogspot.com/2011/04/laporan-percobaan-asam-basa-dengan.html

www.google.com

Buku Kimia kelas XI penerbit Erlangga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s