SISTEM PEMERINTAHAN SAUDI ARABIA

SISTEM PEMERINTAHAN SAUDI ARABIA

  1. A.     Sejarah

Arab Saudi atau Kerajaan Arab Saudi adalah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Beriklim gurun dan wilayahnya sebagian besar terdiri atas gurun pasir dengan gurun pasir yang terbesar adalah Rub Al Khali. Orang Arab menyebut kata gurun pasir dengan kata sahara. Negara Arab Saudi ini berbatasan langsung (searah jarum jam dari arah utara) dengan Yordania, Irak, Kuwait, Teluk Persia, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, dan Laut Merah.

Pada tanggal 23 September 1932, Abdul Aziz bin Abdurrahman Al-Sa’ud memproklamasikan berdirinya Kerajaan Arab Saudi atau Saudi Arabia (Al-Mamlakah Al-‘Arabiyah Al-Su’udiyah) dengan menyatukan wilayah Riyadh, Najd (Nejed), Ha-a, Asir, dan Hijaz. Abdul Aziz kemudian menjadi raja pertama pada kerajaan tersebut. Dengan demikian dapat dipahami, nama Saudi berasal dari kata nama keluarga Raja Abdul Aziz Al-Sa’ud

Secara histories dikenal bahwa bangsa Arab  sebelum Islam mereka hidup dalam kegelapan moral, yaitu sifat saling membunuh, merebut kekuasaan, dan keangkuhan kesukuan, atau golongan. Dengan moral yang kurang sosialisitis seperti itu, maka keberadanaan Islam yang disamapaikan oleh Nabi Muhammad saw, dengan Alqur’an sebagai wahyu. Tugas utama Nabi Muhammad SAW., adalah menyempurnakan budi pekerti.

 

Permasalahan sosial terutama persoalan-persoalan yang menyentuh aspek hukum Alqur’an adalah dasar penggalian hukum. Bahkan jika kasus hukum itu tidak ada dasarkan hukumnya Nabi Muhammad SAW., menunggu wahyu, seperti kasus kewarisan. Setelah wafat Nabi Muhammad SAW., kekuasaan Islam berturut-turut dipegang oleh empat sahabat nabi, yaitu Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Usman bin Afwan dan  Alibin Abi Tahalib. Alqur’an sebagai undang-undang dasar dan syariah  sebagai hukum dasar.

 

Demikian juga, pada masa kerajaan Umayah dan kerajaan Abassiyah Alqur’an, tetap sebagai Undang-Undang Dasar sedangkan syariah sebagai hukum resmi Negara, jika persoalan hukum tidak didapatkan dalam ketiga sumber hukum tersebut maka ditempuh jalan ijtihad. Dasar yang sama   juga digunakan oleh kerajaan-kerjaan Islam setelah runtuhnya kedua kerajaan Islam terebesar tersebut. Termasuk kerajaan Turki Usmani yang pernah menguasai sepertiga dunia terutama dunia Islam, sebelum terjadi pembaharuan hukum oleh Kamal Antatur.

 

Akar sejarah Kerajaan Arab Saudi bermula sejak abad ke-12 H atau abad ke18 M. Ketika itu, di jantung Jazirah Arabia, tepatnya di wilayah Najd yang secara historis sangat terkenal, lahirlah Negara Saudi yang pertama yang didirikan oleh Imam Muhammad bin Saud di “Ad-Dir’iyah”, terletak di sebelah barat laut kota Riyadh pada tahun 1175 H./1744 M dan meliputi hampir sebagian besar wilayah Jazirah Arabia. Negara ini memikul di pundaknya tanggung jawab dakwah menuju kemurnian Tauhid kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala, mencegah prilaku bid’ah dan khurafat, kembali kepada ajaran para Salaf Shalih, dan berpegang teguh kepada dasar-dasar agama Islam yang lurus. Periode awal Negara Arab Saudi ini berakhir pada tahun 1233 H/1818 M. Periode kedua dimulai ketika Imam Faisal bin Turki mendirikan Negara Saudi kedua pada tahun 1240 H./1824 M. Periode ini berlangsung hingga tahun 1309 H/1891 M. Pada tahun 1319 H/1902 M, Raja Abdul Aziz Rahimahullah berhasil mengembalikan kejayaan kerajaan para pendahulunya, ketika beliau merebut kembali kota Riyadh yang merupakan ibukota bersejarah kerajaan ini. Semenjak itulah Raja Abdul Aziz mulai bekerja dan membangun serta mewujudkan kesatuan sebuah wilayah terbesar dalam sejarah Arab modern, yaitu ketika beliau berhasil mengembalikan suasana keamanan dan ketenteraman ke bagian terbesar wilayah Jazirah Arabia, serta menyatukan seluruh wilayahnya yang luas ke dalam sebuah negara modern yang kuat yang dikenal dengan nama Kerajaan Arab Saudi. Penyatuan dengan nama ini, yang dideklarasikan pada tahun 1351 H/1932 M, merupakan dimulainya fase baru sejarah Arab modern.

 

Raja Abdul Aziz Al-Saud Rahimahullah pada saat itu menegaskan kembali komitmen para pendahulunya, raja-raja dinasti Saud, untuk selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip Syariah Islam, menebar keamanan dan ketenteraman ke seluruh penjuru negeri kerajaan yang sangat luas, mengamankan perjalan haji ke Baitullah, memberikan perhatian kepada ilmu dan para ulama, dan membangun hubungan luar negeri untuk merealisasikan tujuan-tujuan solidaritas Islam dan memperkuat tali persaudaraan di antara seluruh bangsa arab dan kaum muslimin, serta sikap saling memahami dan menghormati dengan seluruh masyarakat dunia. Di atas prinsip inilah, para putra beliau sesudahnya mengikuti jejak langkahnya dalam memimpin Kerajaan Arab Saudi. Mereka adalah: Raja Saud, Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd, semoga Allah merahmati mereka semuanya, dan Pelayan Dua Kota Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz, semoga Allah melindunginya.

 

  1. B.     Sistem Pemerintahan

 

Arab Saudi menggunakan sistem Kerajaan atau Monarki. Sistem pemerintahan yang digunakan negara ini adalah sistem negara Islam, dimana Alquran dan Syariat menjadi dasar dari pemerintahan yang dijalankan Sistem pemerintahan Arab Saudi sendiri adalah presidensil karena dipimpin oleh seorang raja. Raja selain menjadi kepala negara juga memiliki beberapa peran disini sehingga sistem pemerintahanya disebut juga sebagai monarki absolut. Raja Arab Saudi memiliki beberapa peran :
            – Kepala Negara
            – Perdana Menteri
            – Panglima Angkatan Perang
            – Penjaga dua tempat suci
            – Mengangkat/Memberhentikan Dewan Menteri
            – Menafsirkan hukum Arab Saudi tidak mengenal sistem kepartaian.

            Tidak ada pemilihan umum, kalaupun ada hanya untuk memilih pemimpin lembaga legislatif dan yudikatif yang ditentukan oleh raja. Arab Saudi memiliki tiga lembaga yaitu Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. -Badan Eksekutif – Disebut juga sebagai “Dewan Menteri Pemerintahan Arab Saudi”. Beranggotakan Raja sebagai perdana menteri, wakil perdana menteri, menteri – menteri negara dan penasihat raja. Berikut nama-nama raja yang pernah memerintah Arab Saudi:
            1. Raja Abdul Aziz (Ibnu Saud), pendiri kerajaan Arab Saudi: 1932 – 1953
            2. Raja Saud, putra Raja Abdul Aziz : 1953 – 1964 (kekuasaannya diambil

alih oleh saudaranya, Putera Mahkota Faisal)
3. Raja Faisal, putra Raja Abdul Aziz : 1964 – 1975 (dibunuh oleh

keponakannya, Faisal bin Musa’id bin Abdul Aziz)
4. Raja Khalid, putra Raja Abdul Aziz : 1975 – 1982 (meninggal karena

serangan jantung)
5. Raja Fahd, putra Raja Abdul Aziz : 1982 – 2005 (meninggal karena sakit

usia tua)
6. Raja Abdullah, putra Raja Abdul Aziz : 2005-sekarang.

 

  • Ø Jenis kekuasaan: Monarki (Transisi ke arah Konstitusional sejak 2002)

Konstitusi Arab Saudi adalah Al Quran dan Sunnah. Hukum dasar negara adalah Syariah Islam. Dalam aplikasi pemerintahan, Raja menjadi sumber otoritas bagi setiap otoritas politik yang ada di Arab Saudi. Raja juga berhak menafsirkan hukum setelah menjalani sejumlah konsultasi dan menjalin konsensus. Konsultasi dan konsensus ini juga menjadi dasar hukum di bawah Syariah. Menurut hukum dasar Arab Saudi tahun 1992, terdapat sekurangnya 4 otoritas (subordinat raja) di dalam negara: Dewan Menteri, Dewan Konsultatif, Pengadilan, dan Ulama.

 

  • Ø Bentuk negara: Kesatuan (Sentralis)

Pemerintahan Arab Saudi terbagi atas 13 mintaqah (propinsi) yang diperintah langsung oleh Raja, yaitu: Al Bahah, Al Hudud ash Shamaliyah (a.k.a.Northern Border), Al Jawf, Al Madinah (a.k.a. Medina), Al Qasim, Ar Riyad (a.k.a. Riyadh), Ash Sharqiyah (a.k.a. Eastern), ‘Asir, Ha’il, Jizan, Makkah (a.k.a. Mecca), Najran, dan Tabuk.. Undang-undang, pejabat pemerintah, dan pengadilan seluruhnya ada dibawah otorisasi Raja.

 

  • Ø Sistem pemerintahan: Presidensil (Raja)

 Raja selain selaku kepala negara, ia juga merupakan perdana menteri, panglima tertinggi angkatan perang, penjaga dua tempat suci (Mekkah dan Madinah), mengangkat dan memberhentikan Dewan Menteri, menafsirkan hukum. Otoritas politik tertinggi di bawah raja adalah putra mahkota. Putra mahkota ini ditentukan oleh raja, asalkan tetap diambil dari keturunan Abdul Aziz. Putra mahkota bahkan dapat memerintah atas nama raja, bahkan sebelum mahkota diestafetkan. Dewan Menteri bertindak selaku legislatof dan eksekutif pelaksana raja. Kedua peran ini didasarkan atas restu raja. Hukum yang ditetapkan dewan menteri akan menjadi hukum aplikatif dalam 30 hari, kecuali raja memvetonya. Umumnya, para anggota dewan menteri pun keturunan Abdul Aziz. Majlis asShura adalah dewan konsultatif. Anggotanya sekitar 120 orang. Tugas mereka adalah memberi nasehat kepada raja. Anggota majelis ini pun diangkat dan diberhentikan oleh raja. Di Indonesia, majelis ini mirip Wantimpres. Lembaga pengadilan (yudikatif) menurut hukum dasar Arab Saudi haruslan independen. Kepala pengadilan biasanya berasal dari bangsawan ataupun keturunan al-Wahhab. Menteri Kehakiman Arab Saudi biasanya juga menjadi Grand Mufti. Setiap hakim diangkat dan diberhentikan oleh Raja. Ulama adalah lembaga yang ada dalam hukum dasar Arab Saudi yang fungsinya menjadi metode penafsiran hukum Islam yaitu Ijma (konsensus) dan Shura (Konsultasi). Anggota Ulama terdiri atas keturuan Abdul Aziz dan al-Wahhab. Ulama ini dikepalai oleh Grand Mufti.

 

  • Ø Parlemen: Unikameral (Council of Ministers)

Sebenarnya Council of Minister (CoM) bukanlah parlemen layaknya di negara-negara demokrasi a la Barat. Ia lebih mirip “quasi-legislative” dan tidak primus interpares dengan raja. Dewan Menteri bertindak selaku legislator dan eksekutif pelaksana raja. Kedua peran ini didasarkan atas restu raja. Hukum yang ditetapkan dewan menteri akan menjadi hukum aplikatif dalam 30 hari, kecuali raja memvetonya. Umumnya, para anggota dewan menteri pun keturunan Abdul Aziz. 

 

  1. C.     Macam-macam Hukuman
    1. Hukum Pancung

Apabila ada salah seorang masyarakat yang berani membunuh sesama manusia, maka dia akan mendapatkan hukuman pancung atau hukuman mati (qishas). Adapun pengertian qisas (bahasa arab: قصاص) adalah istilah dalam hukum islam yang berarti pembalasan (memberi hukuman yang setimpal), mirip dengan istilah “hutang nyawa dibayar nyawa”. Dalam kasus pembunuhan, hukum qisas memberikan hak kepada keluarga korban untuk meminta hukuman mati kepada pembunuh.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 178 di jelaskan bahwa :

“Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan atas kamu hukum qishash pada orang­orang yang terbunuh; orang merdeka dengan orang merdeka , dan hamba sahaya dengan hamba sahaya dan perempuan dengan perempuan. Akan tetapi barangsiapa yang diampunkan untuknya dari saudaranya seba­hagian, maka hendaklah mengikuti dengan yang baik, dan turiaikan kepadanya dengan cara yang baik. Demikianlah keringanan daripada Tuhanmu dan rahmat. Tetapi barangsiapa yang (masih) melanggar sesudah demikian, maka untuknya adalah azab yang pedih.”

Dari ayat ini, ada perkecualian hukum qisas yaitu apabila keluarga korban memaafkan. Sebagai pemaaf tersebut, pembunuh mengganti denda dengan 100 ekor unta, 40 diantaranya unta yang sedang hamil. Kalau dirupiahkan mencapai Rp 4,7 miliar. Adapun sebab-sebab turunnya ayat ini yaitu untuk memotong budaya jahiliah yang berkembang sebelum datangnya Islam. Pada waktu itu, jika ada satu orang dibunuh, maka akan membunuh balik sang pembunuh hingga ke keluarga pembunuh. Sehingga turunlan ayat ini yang menekankan asas keseimbangan, yaitu satu nyawa di balas satu nyawa. Bukan satu nyawa di balas satu keluarga.

 

  1. Penggolongan ini ditinjau dari segi pertalian antara satu hukuman dengan hukuman yang lainnya, dan dalam hal ini ada empat macam hukuman yaitu:
          a. Hukuman pokok (‘Uqubah Ashliyah)

yaitu hukuman yang ditetapkan untuk jarimah yang bersangkutan sebagai hukuman yang asli, seperti hukuman qishash untuk jarimah pembunuhan, atau hukuman potong tangan untuk jarimah pencurian.
b. Hukuman pengganti (‘Uqubah Badaliyah)

yaitu hukuman yang menggantikan hukuman pokok, apabila hukuman pokok tidak dapat di laksanakan karena alasan yang sah, seperti hukuman diyat (denda) sebagai pengganti hukuman qishash.
c. Hukuman tambahan (‘Uqubah Taba’iyah)

yaitu hukuman yang mengikuti hukuman pokok tanpa memerlukan keputusan tersendiri seperti larangan menerima warisan bagi orang yang melakukan pembunuhan terhadap keluarga.
d. Hukuman pelengkap (‘Uqubah Takmiliyah)

yaitu hukuman yang mengikuti hukuman pokok dengan syarat ada keputusan tersendiri dari hakim, dan syarat inilah yang menjadi ciri pemisahnya dengan hukuman tambahan. Contohnya mengalungkan tangan pencuri yang telah dipotong di lehernya.

 

  1. Penggolongan kedua ini ditinjau dari kekuasaan hakim dalam menentukan berat ringannya hukuman. Dalam hal ini ada dua macam hukuman:
    a. Hukuman yang hanya mempunyai satu batas, artinya tidak ada batas tertinggi atau batas terendah, seperti hukuman jilid (dera) sebagai hukuman had (80 kali atau 100 kali).
    b. Hukuman yang mempunyai batas tertinggi dan batas terendahnya, dimana hakim diberi kebebasan memilih hukuman yang sesuai antara kedua batas tersebut, seperti hukuman penjara atau jilid pada jarimah-jarimah ta’zir.

 

  1. Penggolongan ketiga ini ditinjau dari segi besarnya hukuman yang telah ditentukan, yaitu:
    a. Hukuman yang telah ditentukan macam dan besarnya dimana hakim harus melaksakannya tanpa dikurangi atau di tambah, atau diganti dengan hukuman yang lain. Hukuman ini disebut hukuman keharusan.
    b. Hukuman yang diserahkan kepada hakim untuk dipilihnya dari sekumpulan hukuman-hukuman yang ditetapkan oleh syara’ agar dapat disesuaikan dengan keadaan pembuat dari perbuatannya. Hukuman ini disebut hukuman pilihan.

 

  1. Penggolongan ditinjau dari segi tempat dilakukannya hukuman, yaitu:
    a. Hukuman badan, yaitu yang dijatuhkan atas badan seperti hukuman mati, dera, dan penjara.
    b. Hukuman jiwa, yaitu dikenakan atas jiwa seseorang, bukan badannya, seperti ancaman, peringatan atau teguran.
    c. Hukuman harta, yaitu yang dikenakan terhadap harta seseorang, seperti diyat, denda dan perampasan harta.

 

  1. Penggolongan kelima ditinjau dari segi macamnya jarimah yang diancamkan hukuman, yaitu:
    a. Hukuman hudud, yaitu hukuman yang ditetapkan atas jarimah-jarimah hudud.
    b. Hukuman qishash dan diyat, yaitu yang ditetapkan atas jarimah-jarimah qisas diyat.
    c. Hukuman kifarat, yaitu yang ditetapkan untuk sebagian jarimah qishash dan diyat dan beberapa jarimah ta’zir.
    d. Hukuman ta’zir, yaitu yang ditetapkan untuk jarimah-jarimah ta’zir.

 

  1. Hukuman Zina
    Zina secara harfiah berarti fahisyah, yaitu perbuatan keji. Secara istilah adalah hubungan kelamin antara seorang lelaki dengan seorang perempuan juga satu sama lain tidak terikat dalam hubungan perkawinan. Nabi Muhammad SAW telah menyatakan bahwa zina merupakan dosa paling besar kedua setelah syirik (mempersekutukan Allah). Hukuman zina ditetapkan tiga hukuman, yaitu dera, pengasingan dan rajam. Hukuman dera dan pengasingan ditetapkan untuk pembuat zina tidak muhshan, dan hukuman rajam dikenakan pada terhadap zina muhshan. Kalau kedua pelaku zina tidak muhshan keduanya, maka keduanya dijilid atau diasingkan. Akan tetapi keduanya muhshan keduanya dijatuhi hukuman rajam.
    a. Hukuman Jilid
    Hukuman jilid seratus kali diancamkan atas perbuatan zina yang dilakukan oleh orang yang tidak muhshan. Hukuman jilid dijatuhkan untuk mengimbangi faktor psikologis yang mendorong diperbuatnya jarimah zina, yaitu keinginan untuk mendapatkan kesenangan. Faktor psikologis penentangnya yang menyebabkan seorang meninggalkan kenangan tersebut ialah ancaman sengsara yaitu yang ditimbulkan oleh seratus jilid. Kalau faktor pendorong zina lebih kuat daripada faktor penghalaunya maka derita hukuman yang dijatuhkan cukup melupakan kesenangan yang sudah diperoleh, sehingga bisa mendorongnya untuk memikirkannya kembali.
    b. Hukuman pengasingan
    Terhadap pembuat zina tidak muhshan dikenakan hukuman pengasingan selama satu tahun selain hukuman jilid.
    c. Hukuman rajam
    Hukuman rajam ialah hukuman mati dengan jalan dilempari batu dan yang dikenakan adalah pembuat zina muhshan, baik lelaki maupun perempuan. Hukuman rajam tidak tercantum dalam Al-Qur’an, oleh karena itu fuqaha-fuqaha khawarij tidak memakai hukuman rajam. Menurut jarimah-jarimah zina dikenakan hukuman jilid saja, baik pelaku muhshan atau belum.
    Orang yang sudah muhshan mendapat hukuman lebih berat, yaitu hukuman rajam karena biasanya keihshanan seseorang cukup menjauhkannya dari pemikiran tentang perbuatan zina. Akan tetapi kalau ia masih juga memikirkannya maka hal ini menunjukkan kekuatan birahi dan keinginan akan kelezatan, dan oleh karena itu maka harus dijatuhi hukuman yang berat, sehingga ketika ia menginginkan jarimah tersebut terbayang pula derita dan sengsara yang akan menimpa dirinya.
    Akan tetapi apabila sudah kawin maka sudah tidak ada jalan bagi jarimah zina, sebab tali perkawinan itu sendiri bukanlah perkara abadi yang tidak boleh putus, sehingga oleh karena itu apabila perkawinan tidak dapat dipertahankan lagi, maka suami bisa menceraikan istri.

 

  1. Hukuman Qadzaf
    Salah satu delik pidana dalam hukum pidana Islam, yaitu al Qadzfu. Qadzf secara harfiah berarti melemparkan sesuatu. Istilah qadzaf dalam hukum Islam adalah tuduhan terhadap seseorang bahwa tertuduh telah melakukan perbuatan zina.
    Qadzaf atau fitnah merupakan suatu pelanggaran yang terjadi bila seseorang dengan bohong menuduh seorang muslim berzina atau meragukan silsilahnya. Sanksi bagi yang menuduh orang banyak melakukan zina dengan berulang kali ucapan adalah hadd yang berulang kali pula sesuai dengan jumlah pengulangan ucapan yang ia lakukan, akan tetapi apakah sanksi bagi yang menuduh orang banyak (melakukan zina) dengan satu kali ucapan itu satu kali hadd atau berulang kali sesuai dengan jumlah orang yang dituduh.
    Jarimah qadzaf dikenakan hukuman pokok, yaitu jilid 80 kali, dan hukuman tambahan, yaitu tidak menerima persaksian pembuatnya. Hukuman tersebut dijatuhkan apabila berisi kebohongan. Apabila berisi kebenaran maka tidak ada jarimah qadzaf. Banyak faktor yang menimbulkan jarimah qadzaf, antara lain iri hati, dengki, balas dendam dan persaingan. Akan tetapi kesemuanya bertujuan satu, yakni menghina korban dan melukai hatinya.

 

  1. Hukum Minum Minuman Keras
    Jarimah minum minuman keras dijatuhi hukuman 80  jilid. Menurut Imam Syafi’I hukuman jarimah tersebut adalah empat puluh jilid sebagai hukuman had, sedang empat puluh jilid lainnya tidak termasuk hukuman had, melainkan sebagai hukuman ta’zir, artinya sebagai hukuman yang dijatuhkan apabila dipandang perlu oleh hakim.
    Faktor yang mendorong seseorang untuk minum khamer ialah keinginannya untuk melupakan penderita jiwanya dan kenyataan hidupnya untuk menuju mendapatkan kebahagian khayalan yang ditimbulkan oleh lezatnya khamer. Faktor pendorong ialah yang diperangi oleh syariat dengan hukuman jilid yang selain menimbulkan derita kejiwaan juga menimbulkan derita badan.

 

  1. Hukuman Pencurian
    Pencurian adalah orang yang mengambil benda atau barang milik orang lain secara diam-diam untuk dimiliki. Pencurian diancamkan hukuman potong tangan dan kaki, sesuai dengan firman Allah SW
    “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Al-Maidah 38)
    Di kalangan fuqaha sudah sepakat bahwa didalam pengertian kata-kata “tangan” (yad) termasuk juga kaki. Apabila seseorang melakukan pencurian untuk pertama kalinya, maka tangan kanannya yang dipotong, dan apabila pencurian tersebut diulangi, maka kaki kirinya yang dipotong.

 

  1. Hukuman Gangguan Keamanan
    Terhadap gangguan keamanan (hirabah) dikenakan empat hukuman, yaitu hukuman mati biasa, hukuman mati dengan salib, hukuman dengan potong tangan dan kaki dan pengasingan.
    1. Tujuan Hukuman
      Tujuan dari penetapan dan penerapan hukuman dalam syari’at Islam adalah:
      1. Pencegahan ( الرّدْعُ وَالزّجْرُ )
                  Pengertian pencegahan adalah menahan orang yang berbuat jarimah agar ia tidak mengulangi perbuatan jarimahnya. Di samping mencegah pelaku, pencegahan juga mengandung arti mencegah orang lain selain pelaku agar ia tidak ikut-ikutan melakukan jarimah, sebab ia bisa mengetahui bahwa hukuman yang dikenakan kepada pelaku juga akan dikenakan terhadap orang lain yang juga melakukan perbuatan yang sama.
                  Menurut Ibn Hammam dalam fathul Qadir bahwa hukuman itu untuk mencegah sebelum terjadinya perbuatan (preventif) dan menjerakan setelah terjadinya perbuatan (represif).

2. Perbaikan dan Pendidikan ( الاِصْلاحُ والتّهْذِ يْبُ )
            Tujuan yang kedua dari penjatuhan hukuman adalah mendidik pelaku jarimah agar ia menjadi orang yang baik dan menyadari kesalahannya. Di sini terlihat bagaimana perhatian syari’at Islam terhadap diri pelaku. Dengan adanya hukuman ini, diharapkan akan timbul dalam diri pelaku suatu kesadaran bahwa ia menjauhi jarimah bukan karena takut akan hukuman, melainkan karena kesadaran diri dan kebenciannya terhadap jarimah serta dengan harapan mendapat rida dari Allah SWT.

3. Kemaslahatan Masyarakat
            Memberikan hukuman kepada orang yang melakukan kejahatan bukan berarti membalas dendam, melainkan sesungguhnya untuk kemaslahatannya, seperti dikatakan oleh Ibn Taimiyah bahwa hukuman itu disyariatkan sebagai rahmat Allah bagi hamba-Nya dan sebagai cerminan dari keinginan Allah untuk ihsan kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, sepantasnyalah bagi orang yang memberikan hukuman kepada orang lain atas kesalahannya harus bermaksud melakukan ihsan dan memberi rahmat kepadanya.

Menurut Andi Hamzah dan A. Simanglipu, sepanjang perjalanan sejarah, tujuan pidana dapat dihimpun dalam empat bagian, yakni:
1. Pembalasan (revenge).
            Seseorang yang telah menyebabkan kerusakan dan malapetaka pada orang lain, menurut alasan ini wajib menderita seperti yang ditimpakan kepada orang lain.
2. Penghapusan Dosa (ekspiation).
            Konsep ini berasal dari pemikiran yang bersifat religius yang bersumber dari Allah.
3. Menjerakan (detern).
4. Memperbaiki si pelaku tindak kejahatan (rehabilitation of the criminal).
            Pidana ini diterapkan sebagai usaha untuk mengubah sikap dan perilaku  jarimun agar tidak mengulangi kejahatannya.

 

 

 

  1. E.     Profil Saudi Arabia

المملكة العربية السعودية
Al-Mamlakah al-‘Arabiyah as-Sa’udiyah

Motto: لا إله إلا الله محمد رسول الله

Lagu kebangsaan: “Aash Al Maleek
“Panjang Umur sang Raja”

 

Ibu kota
(dan kota terbesar)

Riyadh

Bahasa resmi

Arab

Pemerintahan

Monarki Multak Islam

 – 

Raja

Abdullah bin Abdulaziz al-Saud

 – 

Pangeran

Salman bin Abdul-Aziz Al Saud

Persatuan

Luas

 – 

Total

2,240,000 km2 (15)

 – 

Air (%)

dapat dihiraukan

Penduduk

 – 

Perkiraan 2006

27.019.731 (46)

 – 

Sensus 2004

25.100.430 

 – 

Kepadatan

11/km2 (169)

PDB (KKB)

Perkiraan 2005

 – 

Total

US$576,4 miliar (24)

 – 

Per kapita

US$15.338 (46)

Mata uang

Riyal (SAR)

Zona waktu

(UTC+3)

 – 

Musim panas (DST)

 (UTC+3)

Ranah Internet

.sa

Kode telepon

966

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi

 

http://yanluamohdar2010.blogspot.com/2012/03/sistem-hukum-arab-saudi.html

 

http://setabasri01.blogspot.com/2012/05/bentuk-negara-dan-sistem-pemerintahan_12.html

 

http://tafsiralazhar.net46.net/myfile/S-Al-Baqoroh/al-baqoroh_ayat_178_179.htm

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Qisas

 

http://oemiy.wordpress.com/2010/12/30/macam-macam-hukuman-dalam-hukum-pidana-islam/

 

Advertisements

SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA MEXICO

SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA MEXICO

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

NAMA : ILMA NURHIDAYATI

KELAS : XII IPA 3

 

 

 

 

 

SMA NEGERI 1 BANJARMASIN

TAHUN AJARAN 2013-2014

 A.  PROFIL NEGARA MEXICO

Nama Asli                               : Estados Unidos Mexicanos

Luas Wilayah                           : 1.978.800 km2

Bentuk Negara                         : Federal

Ideologi                                    : Liberalisme

Kepala Negara                                    : Presiden

Kepala Pemerintahan               : Presiden

Ibukota                                     : Mexico City

  Hari Kemerdekaan                   : Tanggal 16 September (tahun 1810)

Agama                                       : Katolik 97%, Protestan 2%

Bahasa Nasional                        : Spanyol

Mata Uang                               : Peso

Lagu Kebangsaan                     : “Mexicanos Al grits guera”

Semboyan negara Mexico         : PATRIA LIBERTAD TRABAJO Y CULTURA

Hasil Tani                                  : Jagung, kopi, katun, gula, coklat, sisal, pisang

Sumber Alam                          : Minyak, perak, tembaga, emas, timah, seng, gas, kayu

Industri                                   : Baja, kimia, elektronik, tekstil, semen

 Peso adalah mata uang resmi negara Meksiko sejak tahun 1821. Pada tahun 1993, kode mata uangnya berganti dari MXP ke MXN. Mata uang ini setiap satuannya terbagi menjadi 100centavo. Setiap mata uangnya terbagi menjadi $20, $50, $100, $200, $500, $1000.

Lambang negara Meksiko adalah simbol penting bagi politik dan budaya Meksikosejak berabad-abad lamanya. Lambang ini menggambarkan Elang emas hinggap di atas kaktus tengah memakan ular. Bagi rakyat Tenochtitlan lambang ini memiliki makna keagamaan yang dalam, tetapi bagi warga Eropa lambang ini bermakna kemenangan kebenaran atas kejahatan. Lambang ini juga digunakan sebagai lencana Negara-negara bagian Meksiko bersatu, versi yang telah dimodifikasi menjadi lambang pemerintah federal.
1. Sebagian besar tinggal di daratan tinggi tengah yg lahannya subur
2. Penduduk asli meksiko adalah etnis india (suku astek)
3. Sekarang sebagian besar adalah keturunan dengan orang negro disebut Zambo
4. Keturunan orang kulit putih dengan negro disebut mulat
5. Bahasa resmi yg di pergunakan adalah bahasa spanyol

            Geografi dan Kondisi Alam: Luasnya sekitar 1,96 juta kilometer persegi. Meksiko merupakan negara terbesar ketiga di Amerika Latin, dan negara terbesar di Amerika Tengah, terletak di bagian selatan Amerika Utara, Barat Laut Amerika Latin, letaknya sangat strategis sebagai tempat transisi antara Amerika Selatan dan Amerika Utara, disebut pula Jembatan Darat. Bagian utaranya bertetangga dengan Amerika Seriakt, sedangkan selatannya menyambung Guatemala dan Belize, timurnya di pinggir Teluk Meksiko dan Laut Karibia, baratnya di pinggir Pasifik dan Teluk Kalifornia. Lima per enam wilayahnya adalah dataran tinggi atau pegunungan. Iklimnya panca roba.

Populasi: 106 juta jiwa pada tahun 2005. Jumlah penduduknya mernempati peringkat nomor 2 menyusul Brazil di Amerika Latin, dan nomor 8 di dunia. Orang campur darah Indian-Eropa merupakan 90%, Indian merupakan 10%, dan masih terdapat bule. Bahasa resmi adalah Spanyol, dan 8% penduduk berbahasa Indian. 92,6% penduduk beragama Katolik, dan 3,3% beragama Protestan.

Ibu Kota: Kota Meksiko dengan luasnya 1525 kilometer persegi, dan jumlah penduduk 2 2juta jiwa pada tahun 2005.

  1. B.  SEJARAH NEGARA MEXICO

Selama hampir 3.000 tahun, Meksiko menjadi tempat beberapa peradaban maju seperti peradaban Amerindian, Maya dan Aztec. Tibanya penjajah Spanyol di bawah pimpinan bijak Hernan Cortes pada awal abad ke-16, dan kemenangan mereka atas kaum Aztec pada 1521, menandakan mulanya era pengkolonian Meksiko sebagai Spanyol Baru.

Pada 15 September 1810, kemerdekaan dari Spanyol telah dinyatakan oleh Miguel Hidalgo y Costilla di Dolores yaitu sebuah kota kecil. Ini merupakan titik permulaan peperangan untuk kemerdekaan yang dikenali sebagai Perang Kemerdekaan Meksiko yang berakhir dengan kemerdekaan pada 1821 dan pembentukan Kekaisaran Meksiko yang Pertama Sebuah piramid di kuil Maya, Yucatan.

Selepas merdeka, semua negara di Amerika Tengah kecuali Chiapas, setuju untuk tidak menjadi sebagian anggota kekaisaran ini. Selepas kejatuhan Kekaisaran Meksiko ke tangan pihak republikan di bawah pimpinan Antonio López de Santa Anna, Republik yang pertama telah dibentuk dengan Guadalupe Victoria sebagai Presidennya yang pertama. Di bawah pemerintahan Santa Anna, penduduk di bagian Texan yaitu di Coahuila dan Texas telah memberontak dan menuntut kemerdekaan dari pemerintah Meksiko. Penduduk di sini, terutama penjelajah berbangsa Inggris, telah membentuk Republik Texas.

 Pemberontakan ini telah mencetuskan peperangan yang terkenal yaitu perang di Alamo di antara militer Meksiko dan Texas. Akhirnya pada 1836, Texas mendapat kemerdekaan dan Republik Meksiko semakin mengecil. Pada 1840-an, negara ini telah diserang oleh Amerika Serikat yang mengakibatkan kehilangan wilayah yang amat besar, termasuk Alta California, Arizona, Nevada, Utah dan New Mexico. Pada 1860-an negara ini sekali lagi diserang, kali ini oleh bala tentara Perancis, yang ingin menaikkan Archduke dari Austria Ferdinand Maximillian sebagai Maharaja Meksiko, dengan sokongan pendeta Katolik dan golongan Creole yang konservatif. Namun pemerintahan beliau berakhir dengan peristiwa berdarah, di mana Benito Juarez bekas presiden Meksiko telah dilantik kembali sebagai Presiden. Pada mulanya, Jenderal Ignacio Zaragoza berhasil menewaskan tentara Perancis pada 5 Mei (atau Cinco de Mayo, dalam bahasa Spanyol) 1862 dalam Perang Puebla tetapi akhirnya terpaksa mengalah, dan Napoleon III dari Perancis, Maharaja Perancis, telah mengangkat Ferdinand Maximillian dari Austria sebagai Raja Meksiko pada 1864. Namun dalam masa yang singkat yaitu hanya tiga tahun, kerajaan Maximillian telah ditumbangkan oleh Juarez dan ia dihukum bunuh.

Selepas kematian Juárez, anarki telah terjadi dan berlarut-larut selama 30 tahun bermula dengan Pemberontakan Meksiko yang diketuai oleh Porfirio Díaz pada tahun 1910. Tokoh-tokoh yang terkenal sewaktu Pemberontakan Meksiko termasuklah Francisco I. Madero, Venustiano Carranza, Pancho Villa, Alvaro Obregon, Victoriano Huerta, dan Emiliano Zapata. Kaum pemberontak telah menewaskan tentara persekutuan, tetapi mereka terpaksa menghadapi pergolakan di dalam dan negara berada dalam keadaan konflik selama dua dekade lagi. Pemberontakan berakhir pada 1930-an, Partai Institusi Revolusi (PRI) mengambil alih pucuk pemerintahan dan berkuasa selama 70 tahun hingga akhir abad ke-20. PRI merupakan suatu barisan yang terdiri dari beberapa kelompok pemberontak yang menginginkan pertandingan politik berjalan secara aman. Pada Juli 2000, Partai Aksi Nasional (PAN) yang dipimpin oleh Vicente Fox Quesada telah berhasil merampas negara ini dari PRI melalui pemilu yang bebas.

Krisis pertama yang dihadapi oleh Presiden Fox ialah pemberontakan di Chiapas olh kelompok Ejército Zapatista de Liberación Nacional (EZLN). Chiapas merupakan negera bagian yang termiskin di Meksiko dan pemberontakan telah bermula sejak 1994. Sebaik sahaja diangkat sebagai Presiden, ia telah mengarahkan semua laskar segera mundur dari negeri tersebut. Jalan raya pemisah juga ditarik balik dan markas militer di sana telah ditutup. Setahun selepas itu, satu perjanjian damai telah dibuat dengan kelompok pemberontak EZLN. Di samping itu, Presiden Fox terpaksa berhadapan dengan masalah kebijakan di negara ini yang terkenal dengan pengambilan sogok. Ini ditambah pula dengan tingkat kejahatan yang amat tinggi terutama di Mexico City merupakan masalah yang utama di negara ini.

Berikut adalah daftar kota besar di Meksiko diurut berdasarkan populasi:

  1. Mexico City, Distrito Federal (22 juta)
  2. Guadalajara, Jalisco (4,7 juta)
  3. Monterrey, Nuevo León (3,6 juta)
  4. Puebla, Puebla (2,6 juta)
  5. Ciudad Juárez, Chihuahua (1,8 juta)
  6. Tijuana, Baja California (1,5 juta)
  7. León, Guanajuato (1,2 juta)
  8. Toluca, México (1,2 juta)
  9. Torreón, Coahuila (1,1 juta)
  10. San Luis Potosí, San Luis Potosí (0,8 juta)
  11. Mérida, Yucatán (0,8 juta)
  12. Santiago de Querétaro, Querétaro (0,8 juta)
  13. Aguascalientes, Aguascalientes (0,7 juta)
  14. Cuernavaca, Morelos (0,7 juta)
  15. Chihuahua, Chihuahua (0,7 juta)
  1. C.  SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA MEXICO

            Konstitusi 1917 memperuntukkan sebuah pemerintahan Persekutuan Republik dengan kekuasaan yang dibagikan kepada tiga institusi yang bebas yaitu eksekutif, legislatif, dan kehakiman. Dari segi sejarah, eksekutif sangat mendominasi kekuasaan lewat jabatan presiden. Sedang, kekuasaan hukum dalam Kongres tinggal mengikuti arahannya saja. Kongres terlihat aktif kembali sejak 1997 ketika partai oposisi tampil pertama dalam mayoritas legislatif.

            Namun demikian, sejak partai oposisi mengambil alih kekuasaan pada 1997, Kongres semakin bebas dalam menggubal undang-undang. Presiden juga mempunyai kuasa di bawah perintah eksekutif untuk merancang undang-undang dalam bidang ekonomi dan keuangan yang tertentu. Presiden dipilih setiap enam tahun dan dia dilarang memegang jabatan yang sama untuk penggal kedua. Di Meksiko, tiada jabatan wakil presiden. Sekiranya seseorang Presiden itu dilucutkan jabatan atau meninggal dunia, Kongres akan melantik seorang Presiden Sementara.

            Pada 21 Juli 2000, Vicente Fox Quesada dari partai oposisi “Aliansi untuk Perubahan“, yang diketuai oleh Partai Aksi Nasional (PAN), telah dipilih sebagai Presiden dalam satu pemilu yang dianggap terbersih dan paling bebas dalam sejarah Meksiko. Fox memulai penggal enam tahunnya pada 1 Desember 2000. Kemenangannya telah mengakhiri dominasi Parti Institusi Revolusi (PRI) selama 71 tahun sebagai partai pemerintah.

Pada 2006, Felipe Calderón Hinojosa yang diusung PAN berhadapan dengan Andrés Manuel López Obrador yang dicalonkan PRD dalam sebuah pemilu tertutup. Pada 6 September 2006, Felipe Calderón Hinojosa dinyatakan memenangi Pemilu Presiden Meksiko dalam electoral tribunal.

            Sejak 1943, lagu kebangsaan Meksiko mengandung chorus, stanza pertama, stanza kelima, stanza keenam, dan stanza kesepuluh. Ketika lagu kebangsaan diputar pada saat ajang olahraga seperti olimpiade, bagian yang diputar hanyalah chorus, stanza pertama, dan chorus.

Mexico terletak di Amerika Utara.  Secara geografis letak Mexico sangat strategis, yaitu merupakan jembatan penghubung antara Amerika Serikat dan Amerika Latin.  Karena itulah, Mexico kaya akan budaya dengan berbagai macam bahasa, pakaian, adat dan makanan.  Sehingga untuk mengidentifikasikan penduduknya pemerintah membaginya berdasarkan bahasa yang di gunakan.

Lambang ini mengabadikan kisah berdirinya kota Mexico City, yang saat itu bernama Tenochtitlan. Legenda ini berkisah tentang bangsa Meksika atau juga dikenal dengan nama bangsa Aztek, yang melihat adegan elang dan ular di atas kaktus, kejadian ini dijadikan pertanda dari dewa bahwa di tempat inilah lokasi terbaik berdirinya ibu kota baru mereka. Legenda Tenochtitlan tercantum dalam naskah asli Kodeks Mexica, lukisan, dan kodeks pasca-Cortes yang menghilangkan bagian ularnya.

Konstitusi 1917 memberikan sebuah republik federal dengan kekuasaan dipisahkan menjadi eksekutif independen, legislatif, dan yudikatif. Secara historis, eksekutif telah menjadi cabang dominan, dengan kekuasaan dipegang oleh presiden, yang Mengumumkan dan mengeksekusi hukum Kongres. Kongres telah memainkan peran yang semakin penting sejak tahun 1997, ketika partai-partai oposisi pertama membuat keuntungan besar. Presiden juga melegalkan oleh keputusan eksekutif di bidang ekonomi dan keuangan tertentu, dengan menggunakan kekuasaan yang dilimpahkan oleh Kongres. Presiden dipilih oleh hak pilih universal orang dewasa untuk jangka waktu 6 tahun dan mungkin tidak memegang jabatan kedua kalinya. Tidak ada wakil presiden, dalam hal pemindahan atau kematian presiden, presiden sementara dipilih oleh Kongres.
            Kongres terdiri dari Senat dan Chamber of Deputies’. Senator dipilih untuk 6-tahun istilah, dan deputi melayani 3-tahun. 128 kursi Senat diisi oleh campuran perwakilan langsung-pemilu dan proporsional. Di majelis rendah, 300 wakil secara langsung dipilih untuk mewakili distrik anggota tunggal, dan 200 yang dipilih oleh suatu bentuk modifikasi dari representasi proporsional dari lima daerah pemilihan.. Para 200 kursi perwakilan proporsional diciptakan untuk membantu partai-partai kecil mendapatkan akses ke Kamar.
            Peradilan ini dibagi ke dalam sistem pengadilan federal dan negara, dengan pengadilan-pengadilan federal memiliki yurisdiksi atas kasus-kasus sipil dan beberapa kejahatan yang paling utama. Menurut konstitusi, percobaan dan hukuman harus diselesaikan dalam waktu 12 bulan penangkapan untuk kejahatan yang akan membawa setidaknya hukuman 2-tahun. In practice, the judicial system often does not meet this requirement. Dalam prakteknya, sistem peradilan sering tidak memenuhi persyaratan ini. Terdakwa memiliki hak untuk nasihat, dan pembela umum yang tersedia. Hak-hak lainnya termasuk pertahanan terhadap memberatkan diri sendiri, hak untuk menghadapi penuduh seseorang, dan hak untuk pengadilan public. Hakim Mahkamah Agung diangkat oleh presiden dan disetujui oleh Senat.

D. KONDISI POLITIK
            Presiden Felipe Calderon dari PAN terpilih pada tahun 2006 dalam perlombaan yang sangat ketat, dengan margin kurang dari 1% jumlah suaranya memisahkan dari yang Andres Manuel Lopez Obrador (“AMLO”) Revolusi kiri-tengah Partai Demokrat (PRD). AMLO diperebutkan hasil pemilu, menuduh bahwa itu dirusak oleh kecurangan yang meluas. Pengadilan federal Pemilihan Meksiko, sementara mengakui adanya penyimpangan acak-terdistribusi, menolak tuduhan penipuan AMLO yang luas dan menjunjung kemenangan Calderon pada tanggal 5 September 2006.

            Partai Aksi Nasional Presiden Calderon saat ini adalah partai terbesar di Senat namun kehilangan mayoritas di Kamar Deputi pada pemilu Juli 2009. PRI memperoleh mayoritas de facto (melalui aliansi dengan pihak lain) pada mereka pemilu di mana setiap Chamber of Deputies kursi itu untuk suara. Meskipun PRI tidak mengontrol kepresidenan atau mayoritas di Senat, ia tetap menjadi kekuatan yang signifikan dalam politik Meksiko, memegang atau setelah baru-baru telah terpilih untuk 19 dari 31 gubernur dan sering memainkan peran penting dalam membentuk koalisi di Kongres. Pemilu nasional berikutnya – untuk presiden, semua 128 kursi di Senat, dan semua 500 kursi di Kamar Deputi – akan berlangsung pada bulan Juli 2012. Pada tahun 2010, pemilihan diadakan di 14 dari 31 negara Meksiko. PRI memenangkan sembilan dari 12 gubernur untuk pemilihan, sementara aliansi kenyamanan antara PAN, PRD, dan partai kecil di tiga negara menunjukkan bahwa PRI bisa dikalahkan.

DAFTAR PUSTAKA

http://rzkisneni19.blogspot.com/2013/05/sistem-pemerintahan-sama-dengan-sistem.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Meksiko

http://www.anneahira.com/sistem-pemerintahan-meksiko.htm

http://kariae923.blogspot.com/2012/12/negaramexico-negaraini-terletak-di.html

 

Iman Kepada Hari Akhir

IMAN KEPADA HARI AKHIR

TUGAS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

 

D

I

S

U

S

U

N

 

Oleh:

Ilma Nurhidayati

 

 

Kelas : XII IPA 3

 

 

SMA NEGERI 1 BANJARMASIN

Tahun Ajaran 2012/2013

 

                                                                                                    

IMAN KEPADA HARI AKHIR

 

  1. HURU HARA HARI KIAMAT

 

Di Dalam Al-Qur’an, Allah swt. telah menerangkan tentang huru-hara atau peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamat, serta manusia yang akan merasakan ketika terjadinya peristiwa pada hari itu, dimana tidak ada lagi penolong, dan penyesalan dan tobat tidak diterima lagi. Pada hari itu bumi dan langit beserta isinya dihancurkan sebagai tanda permulaan hari yang telah di janjikan Allah swt. yaitu hari kiamat.
        Melihat peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamatitu, seorang wanita yang hamil keguguran, karena dahsyatnya guncangan-guncangan yang membuat langit dan bumi pecah berkeping-keping, manusia yang ada dibumi keluar dari rumahnya untuk mencari tempat berlindung, tetapi pada hari itu tidak ada lagi yang dapat dijadikan perlindungan, karena bumi telah di hancurkan dan semua manusia yang hidup dan seluruh makhluk akan dibinasakan, sehingga ketika Allah swt, menggantinya dengan bumi dan langit yang lain serta manusia yang telah dibinasakan tadi dibangkitan dari kuburnya atau hidup kembali dan seluruh manusia di giring untuk menghadap Allah swt, untuk dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah diperbuat sewaktu hidup di dunia, manusia yang beriman dan dan bertakwa kepada Allah serta melakukan perbuatan-perbuatan amal saleh akan mendapatkan tempat kembali yang baik sesuai apa yang telah mereka usahakan ketika hidup di dunia, namun sebaliknya bagi orang-orang kafir akan mendapatkan tempat kembali yang paling buruk, yaitu neraka, begitu juga kepada orang-orang mukmin yang melakukan perbuatan dosa, maka sekecil apapun kesalahan itu akan mendapat balasan.
         Ketika datangnya hari Kiamat, seluruh manusia seperti anai-anai dan juga mereka seperti orang yang mabuk, sempoyongan mereka kemudian jatuh dan binasa. Allah swt, berfirman tentang guncangan yang akan terjadi pada hari Kiamat di dalam Al-Qur’an yang terdapat pada Surah Al-Hajj ayat 1-2 yang artinya:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya keguncangan hari Kiamat itu adalah suatu guncangan yang amat besar (dahsyat). Ingatlah pada hari ketika kamu melihat guncangan itu larilah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusukannya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.”

Adapun peristiwa-peristiwa yang akan terjadi menjelang tibanya hari Kiamat itu adalah,
1. Ketika matahari telah digulung dan suram.
2. Ketika bintang-bintang telah jatuh berhamburan.
3. Ketika gunung-gunung telah dijalankan atau dihilangkan (meletus, hancur).
4. Ketika unta-unta betina yang bunting telah ditinggalkan oleh pemiliknya.
5. Ketika binatang-binatang liar telah dikumpulkan.
6. Ketika lautan telah dinyalakan menjadi lautan api.
7. Ketika nyawa telah diperjodohkan ditemukan kembali dengan tubuhnya.
8. Ketika anak-anak gadis yang dikubur hidup-hidup telah ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh.
9. Ketika buku catatan amal telah dibuka, dibeberkan.
10. Ketika langit telah dibuka tabirnya.
11. Ketika neraka Jahim telah dinyalakan apinya.
12. Ketika surga telah didekatkan untuk para calon penghuninya.

Selanjutnya Allah swt, memerintahkan kepada malaikat Israfil untuk meniupkan terompet yang pertama sebagai tanda permulaan akan hancurnya segala makhluk yang berada dimuka bumi ini tak satupun yang hidup, kecuali Allah swt. Rasulullah saw, menjelaskan tentang peniupan terompet tersebut dalam hadistnya,
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah swt. setelah menciptakan langit dan bumi, maka Dia menciptakan pula terompet. Dan terompet tersebut mempunyai sebelas bundaran, kemudian Allah memberikan terompet tersebut kepada malaikat Israfil, lalu meletakkannya pada mulutnya, sedang pandangannya (matanya) ditujukan memandang ke arsy, sambil menanti kapan dia diperintah.”

Selanjutnya Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah saw: Apakah terompet itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab: Terompet itu seperti tanduk yang besar sekali dan terbuat dari cahaya (Nur). Demi Zat yang telah mengutus aku dengan membawa kebenaran (kata Rasulullah): Sesungguhnya besarnya masing-masing bundaran di dalam terompet itu lebarnya langit dan bumi. Dan terompet tersebut ditiup oleh malaikat Israfil dengan izin Allah sebanyak tiga kali. Tiupan pertama untuk mengejutkan (menakutkan) penduduk bumi, tiupan kedua untuk mematikan (membinasakan) dan tiupan ketiga adalah untuk membangkitkan dalam rangka menghadap kehadirat Allah………”
Demikianlah keterangan akan peristiwa yang terjadi saat hari Kiamat itu telah tiba, namun bagi orang-orang mukmin dan bertakwa kepada Allah tidak mengalami peristiwa datangnya hari kiamat, karena yang mengalami peristiwa itu hanya orang-orang kafir ( di unduh dari http://langit-islam.blogspot.com/2012/10/huru-hara-ketika-datangnya-hari-kiamat.html )

 

Adapun tanda-tanda hari kiamat, yaitu:

1. PERLOMBAAN PEMBANGUNAN GEDUNG-GEDUNG DAN BANYAK  

    TERJADI GEMPA BUMI

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA, dari Rasululullah SAW:
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum manusia berlomba-lomba meninggikan gedung-gedung. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada dua golongan besar berperang hebat, padahal keyakinan keduanya sama. Kiamat tidak akan terjadi sebelum dicabutnya ilmu, banyak gempa (bumi), waktu (terasa) salin berdekatan, banyak huru-hara, dan banyak pembunuhan. Kiamat tidak akan terjadi sebelum munculnya dajjal-dajjal pendusta hampir tiga puluh orang banyaknya, masing-masing mengaku dirinya utusan Allah. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada seorang laki-laki melewati kuburan orang lain lalu berkata, “Alangkah baiknya andaikan aku menempati tempatmu.”

          Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila ia telah terbit dan diketahui orang banyak, maka mereka pun beriman semuanya. Tapi waktu itu iman seseorang tidak berguna lagi bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman, atau (belum) berbuat baik dalam masa imannya. Kiamat tidak akan terjadi sebelum harta  melimpah ruah di tengah kamu, sampai pemilik harta kebingungan, karena tidak ada orang yang mau menerima (sedekah) nya.”

2. MENIPISNYA ILMU DAN MERAJALELANYA KEBODOHAN

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Anas RA, dari Rasululullah SAW,
“Sesungguhnya di antara syarat-syarat terjadinya kiamat ialah jika ilmu telah dicabut, kebodohan merajalela, perzinaan tersebar luas, khamer diminum, kaum lelaki berkurang, tinggal kaum wanita saja, sehingga lima puluh wanita menjadi tanggungan seorang lelaki.”

3. MUNCULNYA RUWAIBIDHAH (ORANG BODOH YANG DIPERCAYA)

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Rasululullah SAW,
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, di masa itu para pendusta dibenarkan omongannya sedangkan orang-orang jujur didustakan, di
masa itu para pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang terpercaya justru tidak dipercaya, dan pada masa itu muncul Ruwaibidlah, ditanyakan kepada beliau Saw
apa itu Ruwaibidlah? Rasul menjawab: Seorang yang bodoh yang dipercaya berbicara tentang masalah rakyat/publik. ”

4. KEBODOHAN MANUSIA TENTANG SYARIAT AGAMA

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Amr RA, dari Rasululullah SAW,
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum Allah mencabut syariatNya dari penduduk bumi, maka tinggallah orang-orang bodoh yang ada disana. Mereka tidak mengenal perkara makruf dan tidak mengingkari perkara mungkar.”

5. LENYAPNYA TAUHIID

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas RA, dari Rasululullah SAW,
“Kiamat tidak akan terjadi sehingga di muka bumi tidak terdengar lagi ucapan, “La Ilaha Illalah” (Tiada Tuhan Selain Allah).”

6. MENURUT AL QURAN

     Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur (QS Al Hajj 5 – 7).
       Dan demikian Kami mempertemukan dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya (QS Al Kahfi : 21).

7. ISLAM KEMBALI MENJADI ASING SEPERTI KETIKA BARU MUNCUL

Dalam sebuah hadist shahih dari Abdullah bi Mas’ud RA, dari Rasululullah SAW,
“Sesungguhnya Islam bermula merupakan sesuatu yang asing, dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing tersebut.”

8. GAMBARAN MENGENAI DAHSYATNYA KIAMAT

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing) .
Dan terang benderanglah bumi (padang masyar) dengan cahaya (keadilan)Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan amal) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan (QS Az Zumar : 68-70).

Allah SWT menyuruh Isrofil meniup tiupan pertama kemudian terkejutlah segenap penghuni langit dan bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Ketika itu Allah Ta’ala menyuruh Isrofil memperpanjang tiupannya tanpa henti. Itulah yang difirmankan Allah SWT,
Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang (QS Shad : 15).
maka gunung-gunung pun berjalan bagai awan, lalu menjadi fatamorgana. Bumi bergoyang hebat, menggoyangkan penghuninya bagai perahu di laut lepas, dihempas ombak kian kemari. Penghuninya terombang-ambing bagai lampu yang digantung di arsy. Hati siapapun menjadi gemetar karenanya. Allah Subahahu Wa Ta’ala berfirman:
“pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, QS An Nazi’at: 6-8”

Bumi bergoyang hebat, menggoyangkan penghuninya. Wanita-wanita yang menyusui tidak peduli (terhadap anak yang disusuinya), wanita-wanita hamil menggugurkan kandungannya. Anak kecil beruban. Manusia berhamburan, lari ketakutan ke sana kemari karena terkejut, sedang para malaikat menghadang mereka lalu menghantam muka-muka mereka. Maka mereka pun berbalik lagi, lari terbirit-birit. Dan tidak ada seorang pun yang bisa melindungi mereka dari azab Allah, meskipun mereka saling memanggil minta pertolongan.

Ketika manusia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba bumi terbelah menjadi dua, (masing-masing bergeser) dari satu arah kearah yang lain. Lalu mereka melihat suatu kejadian amat dahsyat, yang tak pernah mereka melihat hal serupa sebelumnya. Dan hanya Allah saja yang tahu penderitaan dan kesengsaraan mereka saat itu. Dan hanya Allah saja yang tahu betapa penderitaan dan kesengsaraan mereka saat itu. Ketika mereka melihat ke langit, ternyata langit telah berubah menjadi cairan logam, kemudian terbelah. Maka berhamburanlah bintang-bintang yang ada disana, sedang matahari dan bulan tidak lagi bercahaya.
Abu Hurairah bertanya, “Siapakah yang dikecualikan Allah dalam firmanNya,
Dan hari ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah
(QS An Naml : 87).

 
Rasulullah menjawab, “Mereka adalah para syuhada. Keterkejutan itu akan sampai kepada siapapun yang hidup. Dan para syuhada itu hidup disisi Allah dan mendapat rezeki. Namun Allah memelihara mereka dan memberi keamanan dari keterkejutan pada hari itu. Karena keterkejutan itu adalah azab Allah yang diperuntukkan kepada makhluk-makhlukNya yang jahat. Demikianlah mereka terus menerus didera azab. Kemudian Allah menyuruh Israfil meniup sangkakalanya dengan tiupan mematikan. Maka penghuni langit dan bumi pun mati semuanya, kecuali mereka yang dikehendaki Allah”
Lalu jin dan manusia pun dibangkitkan kembali dari kematiannya dan dikumpulkan kemudian berteriaklah Dia sekeras-kerasnya seraya berfirman, “Hai sekalian jin dan manusia, sesungguhnya Aku telah diam saja terhadap kamu sekalian sejak saat Aku menciptakan kamu sampai hari ini. (Selama itu) Aku mendengar perkataanmu dan melihat perbuatanmu. Maka, dengarlah Aku sekarang. Inilah semua perbuatanmu dan catatan-catatan amalmu, dibacakan kepadamu. Barangsiapa mendapatkan yang lain, jangan mencela selain dirinya sendiri.”
Selanjutnya Allah Ta’ala menyuruh neraka Jahannam menjulurkan lehernya, maka keluarlah lehernya, menjulur tinggi-tinggi berwarna gelap, lalu Allah berfirman:
Dan : “Berpisahlah kamu pada hari ini (dari orang-orang mukmin), hai orang-orang yang berbuat jahat. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”, dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam .
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya

QS Yasin : 59 – 64 (di unduh dari http://tafakur.xtgem.com/huruhara.html ).

 

  1. KEADAAN ALAM KUBUR / BARZAH

 

        Didalam hadits yang diriwayatkan dari al Barro bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur—beliau menyebutkan 2 atau 3 kali—kemudian berkata,’Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata memandang.

         Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.’ Beliau saw bersabda,’Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungguhnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi.’

Beliau saw bersabda,’Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.

        Terdengarlah suara yang memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’

Beliau bersabda,’Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang (yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.’ Beliau saw bersabda,’Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka Allah.’

       Beliau saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling buruknya di dunia.’

       Kemudian mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau saw membaca,”Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.’

       Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya. Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad)

Hadits diatas menjelaskan tentang keadaan ruh seseorang saat berpisah dari jasadnya pada saat sakaratul maut. Kemudahan saat itu dialami oleh seorang yang beriman sementara kesulitan yang luar biasa dialami oleh seorang yang kafir.

Hadits itu pun menjelaskan bahwa ruh yang dibawa menuju langit setelah terlepas dari jasadnya kemudian dikembalikan lagi ke jasadnya di bumi untuk merasakan fitnah kubur, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dua malaikat tentang siapa tuhannya, nabi-Nya dan agamanya.Seorang yang beriman diberikan kemudahan didalam menjawab pertanyaan itu, sebagaimana janji Allah swt kepadanya, firman-Nya :

 “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang dia kehendaki.” (QS. Ibrahim : 27)

Sebaliknya dengan keadaan seorang yang kafir, ia tidak sanggup menjawab semua pertanyaan tersebut dikarenakan kekufurannya.Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa hadits itu memberikan pengetahuan bahwa ruh tetap ada setelah berpisah dari badannya berbeda dengan orang-orang sesat dari kalangan ahli kalam. Ruh itu juga naik (ke langit) dan turun (darinya) berbeda dengan orang-orang sesat dari kalangan ahli ilsafat. Serta ruh dikembalikan ke badan lalu orang yang meninggal itu akan ditanya maka ia akan mendapatkan nikmat atau adzab sebagaimana pertanyaan yang diajukan oleh malaikat penanya. Didalam kubur itu amal shaleh atau buruknya akan mendatanginya dengan suatu bentuk yang baik atau buruk (di unduh dari http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apakah-allah-mengembalikan-roh-kepada-jasadnya.htm#.Ul2581NEUjg ).

4 Macam Keadaan Manusia di Dalam Kubur :

1. Ada yang badannya di kuburan, rohnya keliling di alam malakut atau alam gaib tetapi bukan di alam dunia ini. Sebab dalam kitab-kitab agama, kalau disebut langit, bukan langit yang ada mataharinya, bulannya, bintangnya, bukan itu. Langit dalam istilah agama itu termasuk alam gaib. Seperti Nabi Muhammad SAW sewaktu balik ke langit I, II, sampai dengan VII itu bukan langit di alam dunia. Itu adalah langit akhirat, langit alam gaib.

2. Ada yang seperti tidur, tidak bangun-bangun hingga hari kiamat. Selamat menunggu kiamat dan tidur.

3.Ada yang bangkit, dia di kuburan 2-3 bulan, setelah itu baik, dimasukkan dalam burung lalu terbang dan hinggap di pohon-pohon sorga.

4. Hanya khusus para Nabi dan Wali Allah yaitu mereka diberi kesempatan, disuruh memilih mau dimana. Ada yang disuruh memilih memutar-mutar di alam ini, Alam bumi kita ini. Karena itu berita-berita Nabi Khadir AS. Nabi Musa AS, Nabi Yunus AS, Nabi Ilyas AS, itu memang betul. Ada yang badan kasarnya jalan-jalan keliling itu ada dan sering para Wali Allah itu kelihatan pada waktu malam ada orang ketemu Nabi, ketemu Wali, itu tidak mustahil. Itu benar adanya ( di unduh dari http://efendilee.mywapblog.com/4-macam-keadaan-manusia-di-dalam-kubur.xhtml ).

  1. YAUMUL MAHSYAR
Yaumul mahsyar adalah hari berkumpulnya manusia di Padang Mahsyar, untuk menjalani pemeriksaan atau perhitungan amal yang dilakukan selama hidup di dunia.
Firman Allah SWT.
Artinya :
“Dan ditiuplah sangkala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka, ‘Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)’ Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-Nya” Q.S. Yaasiin : 51-52)

Pada hari mahsyar, segala tabir rahasia dibukakan, tidak ada lagi yang dapat disembunyikan. Hari mahsyar juga dinamakan yaumul ardh (hari pertunjukan) karena semua pekerjaan di dunia yang baik maupun yang buruk/jahat diperlihatkan kepada kita. Di hari itu tidak ada orang yang bisa menolong, setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri. Orang tua tidak dapat membantu anaknya begitu pula sebaliknya. Satu-satunya yang dapat menolong adalah keimanan yang benar, keyakinan yang teguh sesuai dengan ajaran agama (Islam)
Firman Allah SWT.
Artinya :
“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya”
(Q.S. Saba’ : 40)

Selanjutnya Allah berfirman :
Artinya :
“Maka pada hari ini sebagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebagian yang lain” (Q.S. Saba’ : 42) (di unduh dari https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150593215452544&id=343855717543 ).

Adapun 7 golongan pada Yaumul Mahsyar, yaitu:

1. Remaja yang hatinya tertambat di dalam masjid
2. Pemimpin yang adil,
3. Orang yang ikhlas dalam berinfaq,

4. Dua insan yang saling mencintai, bertemu, dan berpisah karena Allah
5. Seseorang yang menggunakan masa mudanya (remaja) untuk beribadah pada Allah
6. Muslim yang bangun ditengah malam, berdoa, hingga meneteskan air mata

7. Seorang lelaki yang ketika diajak berzinah dia berkata

Selain itu ada pula 12 golongan yang akan dihalau di padang mahsyar, yaitu:

  • Kelompok Pertama
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tanpa tangan dan berkaki. Mereka adalah orang yang ketika di dunia dulu suka mengganggu tetangganya.
  • Kelompok Kedua
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berupa babi hutan. Mereka adalah orang yang ketika hidupnya meringankan malas dan lalai dalam shalat.
  • Kelompok Ketiga
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan keledai, mereka Sedangkan perut membesar seperti gunung dan di dalamnya penuh dengan ular dan kalajengking. Meraka ini adalah orang yang enggan membayar zakat
  • Kelompok Keempat
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan darah memancut keluar dari mulut mereka. Mereka ini adalah orang yang berdusta didalam jual beli.
  • Kelompok Kelima
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berbau busuk lebih daripada bangkai. Mereka ini adalah orang yang melakukan maksiat sembunyi-sembunyi kerana takut dilihat orang, tetapi tidak takut kepada Allah.
  • Kelompok Keenam
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan leher mereka terputus. Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu.
  • Kelompok Ketujuh
    Dibangkitkan dari kubur tanpa mempunyai lidah dan dari mulut mereka mengalir keluar nanah serta darah. Meraka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran.
  • Kelompok Kedelapan
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan terbalik yaitu kepala kebawah dan kaki keatas, serta farajnya mengeluarkan nanah yang mengalir seperti air. Meraka adalah orang yang berbuat zinadan mati tanpa sempat bertaubat.
  • Kelompok Kesembilan
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah hitam gelap dan bermata biru serta perutnya dipenuhi api. Mereka itu adalah orang yang memakan harta anak yatim dengan cara zalim
  • Kelompok Kesepuluh
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta. Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya.
  • Kelompok Kesebelas
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan buta, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut. Perutnya pula menggelebeh hingga ke paha dan keluar beraneka kotoran. Mereka adalah orang yang minum arak.
  • Kelompok Kedua belas
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah yang bersinar-sinar bercahaya laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirath seperti kilat yang menyambar. Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak berbuat baik, selalu menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara shalat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka bertaubat dan mendapat ampunan, kasih sayang dan keridhaan Allah.

“Maka adapun orang yang diberi kitabnya dari arah kanannya, akan diperhitungkan amal perbuatannya dengan mudah, dan kembali kepada ahlinya riang gembira. Adapun orang yang diberikan kitab amalannya dari arah kirinya dia akan mengalami kesengsaraan, dan dimasukakan kedalam Neraka Sa’ir.” (Al- Insyiqaq ayat 7 – 12) ( di unduh dari http://cerita-ilmuku.blogspot.com/2010/02/golongan-golongan-pada-yaumul-mahsyar.html )

  1. HARI PEMBALASAN

 

–          Surga dan Kenikmatannya

SURGA (Al Jannah) adalah suatu tempat di alam akhirat yang penuh dengan keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Di sanalah tempat segala keindahan dan kesenangan yang belum pernah kita lihat dan belum pernah kita nikmati di dunia. Karena itulah surga dikatakan pahala sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. (QS. 18/Al-Kahfi: 31) Allah SWT juga menegaskan, bahwa: “Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya, dan paling indah tempat istirahatnya.” (QS. 25/Al-Furqon: 24)

Siapa sajakah yang berhak menghuni surga? Ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa surga diperuntukkan bagi orang yang beriman. “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2/Al-Baqoroh: 82) “Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, mereka akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Danjanji Allah itu benar. (QS. 4/An-Nisa’: 122) Yang termasuk orang beriman dan berbuat kebajikan, menurut hadits Rosulullah saw. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi adalah orang yang:

a.        suka memberi makan fakir-miskin;

b.        lembut bicaranya; dan

c.        gemar berpuasa dan sholat pada malam hari sewaktu manusia yang lain tidur nyenyak.

 

Tentu saja penghuni surga itu tidak hanya dari umat Nabi Muhammad Rosulullah saw., melainkan juga sebagian dari umat para nabi terdahulu. Allah SWT berfirman, “Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian*). (QS. 56/Al-Waqi’ah: 11-14)

 

  • KEADAAN SURGA DAN PENGHUNINYA

Keadaan di dalam surga penuh dengan keindahan dan kenikmatan. Para penghuninya juga selalu diliputi kesenangan. Al- Qur’an memaparkan keadaan surga kegiatan sehari-           hari penghuni surga sebagai berikut:

  1. Mereka duduk berhadapan di atas dipan-dipan. (QS. 15/Al-Hijr: 47-48)
  2. mereka mengenakan pakaian berwarna hijau yang terbuat dari sutra halus dan sutra tebal. (QS. 18/Al-Kahfi: 31)
  3. mereka mendapat perhiasan berupa gelang-gelang dari emas dan mutiara. (QS. 22/Al-Hajj: 23)
  4. mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. (QS. 25/Al- Furqon: 16)
  5. mereka tak pernah berduka serta tak pernah merasa lelah dan tiada merasa lesu. (QS. 35/Fathir. 34-35)
  6. mereka selalu bersenang-senang. (QS. 36/Yasin: 56-57)
  7. mereka bersuka ria (QS. 52/At-Thur: 17-18)
  8. mereka selalu dikelilingi anak-anak muda yang selalu siap melayani mereka. Rupa mereka seakan-akan mutiara yang tersimpan (QS. 52/Ath-Thur: 24)
  9. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani- permadani yang indah. (QS. 55/Ar-Rohman: 74-76)

        Diterangkan dalam sebuah hadits, bahwa di surga setiap pria beristri dua. Abu Huroiroh ra. mengabarkan, Muhammad Rosuhdlah saw. bersabda, “Rombongan yang pertama-tama masuk surga wajahnya bagai bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak membuang ingus, dan tidak buang air di sana. Bejana dan sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Pedupaan mereka kayu gaharu yang harum. Keringat mereka seharum kesturi. Setiap pria mempunyai dua istri yang kedua betisnya ternbus pandang sehingga kelihatan sumsumnya di balik kulit karena sangat indahnya. Mereka tidak pernah marah atau bertengkar. Hati mereka senantiasa bersatu bertasbih kepada Allah SWTsepanjangpagi dan petang”. (HR. Muslim)

        Seluruh penghuni surga berhati bersih. Tidak memiliki rasa dendam dan dengki. Dan masing-masing merasa bersaudara. “Kami cabut segala macam dendam yang ada dalam dada mereka” (QS. 7/Al-A’rof 43) “Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara. ” (QS. 15/Al-Hijr: 47-48) Karena itulah interaksi yang terjadi antar sesama penghuni surga selalu damai. Sebab:

  1. mereka tidak mendengar perkataan yang tiada berguna (QS. 19/ Maryam: 62)
  2. mereka juga tidak mendengar kata-kata yang menimbulkan dosa, (QS. 56/A/- Waqi’ah: 25)
  3. dan tiada terdengar kata-kata dusta (QS. 78/An-Naba’: 35)

 

Para ahli surga pun memperoleh pendamping yang lebih baik dari pada istri-istri mereka sewaktu di dunia. “Kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah”. (QS. 44/Ad- Dukhon: 54) “Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang cantik bermata indah.” (QS. 52/Ath-Thur: 20)

Sebagaimana kehidupan di dunia, para penghuni surga pun mendapat makan dan minum, namun tidak pernah buang air besar atau kecil. Jabir ra. memberitahukan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Penduduk surga juga makan minum di dalamnya, namun mereka tidak meludah, tidak buang air besar atau kecil, dan tidak membuang ingus”. Sahabat bertanya, “Bagaimana makanan yang mereka makan ? ” Nabi saw. bersabda, “Keluar dari sendawa yang harumnya seperti kesturi. Mereka senantiasa bertasbih dan bertahmid sebanyak tarikan nafas kalian”. (HR. Muslim) Berikut ayat-ayat Al-Qur’an yang mengemukakan tentang kegiatan makan minum penghuni surga, antara lain:

  1. mereka (penghuni surga) memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka inginkan. (QS. 2/Al-Baqoroh: 25)
  2. mereka menerima rezeki setiap pagi dan petang. (QS. 19/Maryam: 62-63)
  3. mereka memperoleh ucapan “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (QS. 36/Ya Sin: 57-58)
  4. piring-piring di surga terbuat dari emas. (QS. 43/Az-Zukhruf: 71- 72)
  5. mereka (para penghuni surga makan minum dengan enak. (QS. 52/Ath-Thur: 19)
  6. di surga ada pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) (QS. 56/Al-Waqi’ah: 27-34)
  7. di surga terdapat minuman air kafur. (QS. 76/Al-Insan: 5-6)
  8. buah-buahan di surga mudah dipetik. ’’Dan naungan (pepo- honan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah- mudahnya untuk memetik (buah)nya (QS. 76/Al Insan: 4)
  9. bejana-bejana dan gelas-gelas di surga terbuat dari perak. (QS. 76/Al-Insan: 15-16)
  10. di surga juga ada minuman jahe. (QS. 76/Al-Insan: 17-18)
  11. di surga ada kebun-kebun dan buah anggur. (QS. 78/An-Naba’: 31-34)
  12. di surga terdapat bermacam-macam daging yang diinginkan. (QS. 52/Ath-Thur: 22)
  13. di surga boleh meminum minuman keras yang tidak mema- bukkan. (QS. 37/Ash- Shoffat: 45-47)

 

  1. di surga terdapat sungai susu, madu, dan sungai arak serta berbagai macam buah-buahan. (QS. 47/Muhammad: 15) (di unduh dari http://m.pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/hikmah//926/surga-dan-kenikmatan-yang-dijanjikan.html )

 

Tingkatan Surga berdasarkan dalil Al Qur’an

1. Surga Firdaus
Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:
sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah ‘surga firdaus menjadi tempat tinggal“.
Juga penegasanya dalam Al Qur’an, surat Al Mu’minuun, ayat 9-11.
Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang – orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya“.

2. Surga Adn
Surga ‘Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur’an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.
(Yakni) surga ‘Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang (dalam keaddan) bersih (saat didunianya dari berbagai dosa)“.
Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :
(Yaitu) surga’Adn yang pintu – pintunya terbuka bagi mereka“.

3. Surga Na’iim
Dalam Al Qur’an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :
Maka orang – orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan“.
Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :
Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan“.

4. Surga Ma’wa
Banyak sekali didalam Al Qur’an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:
Adapun orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga – surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan“.
Firman-nya lagi didalam surat An Naazi’aat, ayat 41:
Maka sesungguhnya surga ma’walah tempat tinggal(nya)“.

5. Surga Darussalam
Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur’an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :
Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus“.

6. Surga Daarul Muqoomah
Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur’an, surat Faathir, ayat 34-35:
Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya“.

7. Surga maqoomul Amiin
Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur’an, surat Ad Dukhan, ayat 51:
Sesungguhnya orang – orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)“.

8. Surga Khuldi
Di dalam Al Qur’an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :
Katakanlah : “Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka“.

 

–          Neraka dan Siksaannya

Nama-nama 7 pintu neraka beserta penjelasan yang disebutkan di dalam Al Qur’an :

  • Hawiyah – Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim laki dan perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya. Surah Al-Qari’ah.
  • Jahiim – Neraka sebagai tempat penyiksaan orang-orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. Surah Asy-Syu’ara’ dan Surah As-Saffat.
  • Saqar – Neraka untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad, tetapi mereka meremehkan syariat Islam. Surah Al-Muddassir.
  • Lazhaa – Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah, membayar zakat, atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan. Surah Al-Ma’arij.
  • Huthamah – Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta. Surah Al-Humazah.
  • Sa’ii – Neraka yang diisi oleh orang-orang kafir dan orang yang memakan harta anak yatim. Surah Al-Ahzab, Surah An-Nisa’, Surah Al-Fath dan Surah Luqman.
  • Wail – Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik, dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dosa-dosa mereka ( di unduh dari http://semesta-crew.blogspot.com/2013/08/gambaran-neraka-jahanam-beserta-tempat.html ).

Neraka dan Siksanya– Materi ini masih berkaitan dengan judul sebelumnya yaitu Beriman kepada hari akhir. Sebagai mana kita ketahui bahwa seorang muslim diwajibkan mengimani bahwa dunia dan seluruh alam semesta akan sampai pada suatu masa dimana akan Alloh hancurkan. Dikala itu, semua manusia dan makhluk lainnya akan dikumpulkan oleh Alloh Subhanahuwata’ala dan masing-masing akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya dikala di dunia. Salah satu balasan yang akan diberikan Alloh Subhanahuwata’ala kepada makhulnya atas kedurhakaan mereka adalah siksaan api neraka, pada kesempatan kali ini, akan sedikit diulas beberapa hal mengenai bagaimana keadaan Neraka dan Siksaan-siksaan yang ada didalamnya:

 Kedalamannya.

Abu Hurairah Radhiallohu’anhu berkata:

( كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ   إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ: (( هَلْ تَدْرُوْنَ مَا هَذَا؟ )) قُلْنَا: اللَّهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: (( هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِيْنَ خَرِيْفاًً فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا، فَسَمِعْتُمْ وَجْبَتَهَا ))

“Kami berada bersama Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam, dan kami mendengar suara sesuatu yang jatuh, Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian suara apa itu? Kami menjawab, “Alloh dan Rasul-Nya yang paling mengetahui”, Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Itu suara batu yang dilemparkan ke neraka tujuh puluh tahun yang lalu, tetapi baru sekarang sampai di dasarnya.” (HR. Muslim)

Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam pernah menerangkan tentang didatangkannya neraka pada hari kiamat, beliau bersabda:

(( يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا ))

“Neraka Jahannam akan didatangkan pada hari itu dengan memiliki 70 ribu kendali, setiap kendalinya ditarik oleh 70 ribu Malaikat. (HR. Muslim)

      Kekuatan Panasnya.

Nabi  Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda,

(( نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوْقِدُ ابْنُ آدَمَ، جُزْءٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّم ))

“Api kalian yang biasa dinyalakan oleh anak Adam ini adalah sepertujuh puluh bagian dari panasnya api neraka.” (HR. Bukhari). (Dan api itu tidak akan pernah padam)

Dari Anas bin Malik Radhiallohu’anhu ia berkata, bahwa Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda: “Alloh berkata kepada penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat, ‘Seandainya segala sesuatu yang ada di bumi itu milikmu, maukah kamu menebus dengannya siksa neraka itu?’ Ia menjawab, “Ya”. Maka Alloh Subhanahuwata’ala berkata: “Aku menginginkan darimu apa yang lebih ringan dari itu, ketika engkau berada di sulbi (tulang punggung) Adam, yaitu hendaknya engkau tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, tetapi engkau enggan kecuali menyekutukan Aku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahan Bakar Api Neraka

Al-Qur’an dengan tegas menjelaskan apa yang menjadi bahan bakar api neraka yang terus berkobar dan menyala dengan dahsyat itu. Seperti dijelaskan dalam ayat: “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakann bagi orag-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)
Dan firman Allah SWT:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluragamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintah-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Yang dimaksud dengan bahan bakar ialah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalakan api atau mengobarkannya, demikian menurut pendapat Imam Jauhari. Menurut pendapat Abu Ubaidah: “Segala sesuatu yang engkau lemparkan di dalam api berarti engkau telah menjadikannya sebagai bahan bakar.”

Menurut ahli tafsir, manusia yang dijadikan sebagai bahan bakar api neraka itu adalah orang-orang kafir dan musyrik. Adapun mengenai jenis batu yang dijadikan sebagai bahan bakar neraka itu, pada hakekatnnya hanya Allah yang tahu.

Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa batu-batu ini ialah jenis batu belerang. Abdullah bin Mas’ud berpendapat bahwa batu-batu itu adalah bartu belerang yang diciptakan Allah ketika menciptakan langit dan bumi, di langit dunia dan Dia menyediakannya bagi orang-orang kafir. Pendapat ini juga didukung Ibnu Abbas, Mujahid, dan Ibnu Juraij.

Ibnu Rajab menyatakan bahwa kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan batu-batu itu adalah batu belerang untuk menyalakan api.

Pendapat ini didasarkan atas analisis orang-orang terdahulu bahwa batu belerang mempunyai kekhususan yang tidak dimiliki jenis batu lainnya. Bara api dan kekuatan panasnya tak terungguli oleh jenis-jenis batu yang lainnya. Dalam hal ini dinyatakan bahwa batu belerang setidaknya ada lima unsur kekhasan, yang tepat dijadikan sebagi alat pembakaran dan penyiksaan, yaitu: Cepat menyala, berbau busuk, banyak berasap, sangat lengket pada badan dan panasnya sangat kuat.

Mengenai hakekat kebenaran jenis batu yang dijadikan sabagai bahan bakar neraka itu, kiranya hanyalah Allah yang mengetahuinya. Yang pasti Allah menjelaskan bahwa bahan bakar api neraka itu ialah “manusia dan batu.” Sebab apa yang ada di akhirat itu, tidaklah sama persis dengan yang ada di dunia. Kesamaan itu hanyalah pada namanya saja.

Di samping keterangan ayat tersebut di atas, Allah SWT juga menjelaskan di dalam ayat lain bahwa bahan bakar neraka itu juga berupa orang-orang yang menyembah berhala dan berhala sembahannya itu. Allah SWT berfirman:

 

 

Artinya: “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.” (QS. Al-Anbiya’: 98-99) ( di unduh dari http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/02/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para.html )