Iman Kepada Hari Akhir

IMAN KEPADA HARI AKHIR

TUGAS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

 

D

I

S

U

S

U

N

 

Oleh:

Ilma Nurhidayati

 

 

Kelas : XII IPA 3

 

 

SMA NEGERI 1 BANJARMASIN

Tahun Ajaran 2012/2013

 

                                                                                                    

IMAN KEPADA HARI AKHIR

 

  1. HURU HARA HARI KIAMAT

 

Di Dalam Al-Qur’an, Allah swt. telah menerangkan tentang huru-hara atau peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamat, serta manusia yang akan merasakan ketika terjadinya peristiwa pada hari itu, dimana tidak ada lagi penolong, dan penyesalan dan tobat tidak diterima lagi. Pada hari itu bumi dan langit beserta isinya dihancurkan sebagai tanda permulaan hari yang telah di janjikan Allah swt. yaitu hari kiamat.
        Melihat peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamatitu, seorang wanita yang hamil keguguran, karena dahsyatnya guncangan-guncangan yang membuat langit dan bumi pecah berkeping-keping, manusia yang ada dibumi keluar dari rumahnya untuk mencari tempat berlindung, tetapi pada hari itu tidak ada lagi yang dapat dijadikan perlindungan, karena bumi telah di hancurkan dan semua manusia yang hidup dan seluruh makhluk akan dibinasakan, sehingga ketika Allah swt, menggantinya dengan bumi dan langit yang lain serta manusia yang telah dibinasakan tadi dibangkitan dari kuburnya atau hidup kembali dan seluruh manusia di giring untuk menghadap Allah swt, untuk dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah diperbuat sewaktu hidup di dunia, manusia yang beriman dan dan bertakwa kepada Allah serta melakukan perbuatan-perbuatan amal saleh akan mendapatkan tempat kembali yang baik sesuai apa yang telah mereka usahakan ketika hidup di dunia, namun sebaliknya bagi orang-orang kafir akan mendapatkan tempat kembali yang paling buruk, yaitu neraka, begitu juga kepada orang-orang mukmin yang melakukan perbuatan dosa, maka sekecil apapun kesalahan itu akan mendapat balasan.
         Ketika datangnya hari Kiamat, seluruh manusia seperti anai-anai dan juga mereka seperti orang yang mabuk, sempoyongan mereka kemudian jatuh dan binasa. Allah swt, berfirman tentang guncangan yang akan terjadi pada hari Kiamat di dalam Al-Qur’an yang terdapat pada Surah Al-Hajj ayat 1-2 yang artinya:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya keguncangan hari Kiamat itu adalah suatu guncangan yang amat besar (dahsyat). Ingatlah pada hari ketika kamu melihat guncangan itu larilah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusukannya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.”

Adapun peristiwa-peristiwa yang akan terjadi menjelang tibanya hari Kiamat itu adalah,
1. Ketika matahari telah digulung dan suram.
2. Ketika bintang-bintang telah jatuh berhamburan.
3. Ketika gunung-gunung telah dijalankan atau dihilangkan (meletus, hancur).
4. Ketika unta-unta betina yang bunting telah ditinggalkan oleh pemiliknya.
5. Ketika binatang-binatang liar telah dikumpulkan.
6. Ketika lautan telah dinyalakan menjadi lautan api.
7. Ketika nyawa telah diperjodohkan ditemukan kembali dengan tubuhnya.
8. Ketika anak-anak gadis yang dikubur hidup-hidup telah ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh.
9. Ketika buku catatan amal telah dibuka, dibeberkan.
10. Ketika langit telah dibuka tabirnya.
11. Ketika neraka Jahim telah dinyalakan apinya.
12. Ketika surga telah didekatkan untuk para calon penghuninya.

Selanjutnya Allah swt, memerintahkan kepada malaikat Israfil untuk meniupkan terompet yang pertama sebagai tanda permulaan akan hancurnya segala makhluk yang berada dimuka bumi ini tak satupun yang hidup, kecuali Allah swt. Rasulullah saw, menjelaskan tentang peniupan terompet tersebut dalam hadistnya,
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah swt. setelah menciptakan langit dan bumi, maka Dia menciptakan pula terompet. Dan terompet tersebut mempunyai sebelas bundaran, kemudian Allah memberikan terompet tersebut kepada malaikat Israfil, lalu meletakkannya pada mulutnya, sedang pandangannya (matanya) ditujukan memandang ke arsy, sambil menanti kapan dia diperintah.”

Selanjutnya Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah saw: Apakah terompet itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab: Terompet itu seperti tanduk yang besar sekali dan terbuat dari cahaya (Nur). Demi Zat yang telah mengutus aku dengan membawa kebenaran (kata Rasulullah): Sesungguhnya besarnya masing-masing bundaran di dalam terompet itu lebarnya langit dan bumi. Dan terompet tersebut ditiup oleh malaikat Israfil dengan izin Allah sebanyak tiga kali. Tiupan pertama untuk mengejutkan (menakutkan) penduduk bumi, tiupan kedua untuk mematikan (membinasakan) dan tiupan ketiga adalah untuk membangkitkan dalam rangka menghadap kehadirat Allah………”
Demikianlah keterangan akan peristiwa yang terjadi saat hari Kiamat itu telah tiba, namun bagi orang-orang mukmin dan bertakwa kepada Allah tidak mengalami peristiwa datangnya hari kiamat, karena yang mengalami peristiwa itu hanya orang-orang kafir ( di unduh dari http://langit-islam.blogspot.com/2012/10/huru-hara-ketika-datangnya-hari-kiamat.html )

 

Adapun tanda-tanda hari kiamat, yaitu:

1. PERLOMBAAN PEMBANGUNAN GEDUNG-GEDUNG DAN BANYAK  

    TERJADI GEMPA BUMI

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA, dari Rasululullah SAW:
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum manusia berlomba-lomba meninggikan gedung-gedung. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada dua golongan besar berperang hebat, padahal keyakinan keduanya sama. Kiamat tidak akan terjadi sebelum dicabutnya ilmu, banyak gempa (bumi), waktu (terasa) salin berdekatan, banyak huru-hara, dan banyak pembunuhan. Kiamat tidak akan terjadi sebelum munculnya dajjal-dajjal pendusta hampir tiga puluh orang banyaknya, masing-masing mengaku dirinya utusan Allah. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada seorang laki-laki melewati kuburan orang lain lalu berkata, “Alangkah baiknya andaikan aku menempati tempatmu.”

          Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila ia telah terbit dan diketahui orang banyak, maka mereka pun beriman semuanya. Tapi waktu itu iman seseorang tidak berguna lagi bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman, atau (belum) berbuat baik dalam masa imannya. Kiamat tidak akan terjadi sebelum harta  melimpah ruah di tengah kamu, sampai pemilik harta kebingungan, karena tidak ada orang yang mau menerima (sedekah) nya.”

2. MENIPISNYA ILMU DAN MERAJALELANYA KEBODOHAN

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Anas RA, dari Rasululullah SAW,
“Sesungguhnya di antara syarat-syarat terjadinya kiamat ialah jika ilmu telah dicabut, kebodohan merajalela, perzinaan tersebar luas, khamer diminum, kaum lelaki berkurang, tinggal kaum wanita saja, sehingga lima puluh wanita menjadi tanggungan seorang lelaki.”

3. MUNCULNYA RUWAIBIDHAH (ORANG BODOH YANG DIPERCAYA)

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Rasululullah SAW,
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, di masa itu para pendusta dibenarkan omongannya sedangkan orang-orang jujur didustakan, di
masa itu para pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang terpercaya justru tidak dipercaya, dan pada masa itu muncul Ruwaibidlah, ditanyakan kepada beliau Saw
apa itu Ruwaibidlah? Rasul menjawab: Seorang yang bodoh yang dipercaya berbicara tentang masalah rakyat/publik. ”

4. KEBODOHAN MANUSIA TENTANG SYARIAT AGAMA

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Amr RA, dari Rasululullah SAW,
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum Allah mencabut syariatNya dari penduduk bumi, maka tinggallah orang-orang bodoh yang ada disana. Mereka tidak mengenal perkara makruf dan tidak mengingkari perkara mungkar.”

5. LENYAPNYA TAUHIID

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas RA, dari Rasululullah SAW,
“Kiamat tidak akan terjadi sehingga di muka bumi tidak terdengar lagi ucapan, “La Ilaha Illalah” (Tiada Tuhan Selain Allah).”

6. MENURUT AL QURAN

     Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur (QS Al Hajj 5 – 7).
       Dan demikian Kami mempertemukan dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya (QS Al Kahfi : 21).

7. ISLAM KEMBALI MENJADI ASING SEPERTI KETIKA BARU MUNCUL

Dalam sebuah hadist shahih dari Abdullah bi Mas’ud RA, dari Rasululullah SAW,
“Sesungguhnya Islam bermula merupakan sesuatu yang asing, dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing tersebut.”

8. GAMBARAN MENGENAI DAHSYATNYA KIAMAT

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing) .
Dan terang benderanglah bumi (padang masyar) dengan cahaya (keadilan)Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan amal) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan (QS Az Zumar : 68-70).

Allah SWT menyuruh Isrofil meniup tiupan pertama kemudian terkejutlah segenap penghuni langit dan bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Ketika itu Allah Ta’ala menyuruh Isrofil memperpanjang tiupannya tanpa henti. Itulah yang difirmankan Allah SWT,
Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang (QS Shad : 15).
maka gunung-gunung pun berjalan bagai awan, lalu menjadi fatamorgana. Bumi bergoyang hebat, menggoyangkan penghuninya bagai perahu di laut lepas, dihempas ombak kian kemari. Penghuninya terombang-ambing bagai lampu yang digantung di arsy. Hati siapapun menjadi gemetar karenanya. Allah Subahahu Wa Ta’ala berfirman:
“pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, QS An Nazi’at: 6-8”

Bumi bergoyang hebat, menggoyangkan penghuninya. Wanita-wanita yang menyusui tidak peduli (terhadap anak yang disusuinya), wanita-wanita hamil menggugurkan kandungannya. Anak kecil beruban. Manusia berhamburan, lari ketakutan ke sana kemari karena terkejut, sedang para malaikat menghadang mereka lalu menghantam muka-muka mereka. Maka mereka pun berbalik lagi, lari terbirit-birit. Dan tidak ada seorang pun yang bisa melindungi mereka dari azab Allah, meskipun mereka saling memanggil minta pertolongan.

Ketika manusia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba bumi terbelah menjadi dua, (masing-masing bergeser) dari satu arah kearah yang lain. Lalu mereka melihat suatu kejadian amat dahsyat, yang tak pernah mereka melihat hal serupa sebelumnya. Dan hanya Allah saja yang tahu penderitaan dan kesengsaraan mereka saat itu. Dan hanya Allah saja yang tahu betapa penderitaan dan kesengsaraan mereka saat itu. Ketika mereka melihat ke langit, ternyata langit telah berubah menjadi cairan logam, kemudian terbelah. Maka berhamburanlah bintang-bintang yang ada disana, sedang matahari dan bulan tidak lagi bercahaya.
Abu Hurairah bertanya, “Siapakah yang dikecualikan Allah dalam firmanNya,
Dan hari ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah
(QS An Naml : 87).

 
Rasulullah menjawab, “Mereka adalah para syuhada. Keterkejutan itu akan sampai kepada siapapun yang hidup. Dan para syuhada itu hidup disisi Allah dan mendapat rezeki. Namun Allah memelihara mereka dan memberi keamanan dari keterkejutan pada hari itu. Karena keterkejutan itu adalah azab Allah yang diperuntukkan kepada makhluk-makhlukNya yang jahat. Demikianlah mereka terus menerus didera azab. Kemudian Allah menyuruh Israfil meniup sangkakalanya dengan tiupan mematikan. Maka penghuni langit dan bumi pun mati semuanya, kecuali mereka yang dikehendaki Allah”
Lalu jin dan manusia pun dibangkitkan kembali dari kematiannya dan dikumpulkan kemudian berteriaklah Dia sekeras-kerasnya seraya berfirman, “Hai sekalian jin dan manusia, sesungguhnya Aku telah diam saja terhadap kamu sekalian sejak saat Aku menciptakan kamu sampai hari ini. (Selama itu) Aku mendengar perkataanmu dan melihat perbuatanmu. Maka, dengarlah Aku sekarang. Inilah semua perbuatanmu dan catatan-catatan amalmu, dibacakan kepadamu. Barangsiapa mendapatkan yang lain, jangan mencela selain dirinya sendiri.”
Selanjutnya Allah Ta’ala menyuruh neraka Jahannam menjulurkan lehernya, maka keluarlah lehernya, menjulur tinggi-tinggi berwarna gelap, lalu Allah berfirman:
Dan : “Berpisahlah kamu pada hari ini (dari orang-orang mukmin), hai orang-orang yang berbuat jahat. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”, dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam .
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya

QS Yasin : 59 – 64 (di unduh dari http://tafakur.xtgem.com/huruhara.html ).

 

  1. KEADAAN ALAM KUBUR / BARZAH

 

        Didalam hadits yang diriwayatkan dari al Barro bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur—beliau menyebutkan 2 atau 3 kali—kemudian berkata,’Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata memandang.

         Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.’ Beliau saw bersabda,’Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungguhnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi.’

Beliau saw bersabda,’Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.

        Terdengarlah suara yang memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’

Beliau bersabda,’Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang (yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.’ Beliau saw bersabda,’Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka Allah.’

       Beliau saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling buruknya di dunia.’

       Kemudian mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau saw membaca,”Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.’

       Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya. Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad)

Hadits diatas menjelaskan tentang keadaan ruh seseorang saat berpisah dari jasadnya pada saat sakaratul maut. Kemudahan saat itu dialami oleh seorang yang beriman sementara kesulitan yang luar biasa dialami oleh seorang yang kafir.

Hadits itu pun menjelaskan bahwa ruh yang dibawa menuju langit setelah terlepas dari jasadnya kemudian dikembalikan lagi ke jasadnya di bumi untuk merasakan fitnah kubur, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dua malaikat tentang siapa tuhannya, nabi-Nya dan agamanya.Seorang yang beriman diberikan kemudahan didalam menjawab pertanyaan itu, sebagaimana janji Allah swt kepadanya, firman-Nya :

 “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang dia kehendaki.” (QS. Ibrahim : 27)

Sebaliknya dengan keadaan seorang yang kafir, ia tidak sanggup menjawab semua pertanyaan tersebut dikarenakan kekufurannya.Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa hadits itu memberikan pengetahuan bahwa ruh tetap ada setelah berpisah dari badannya berbeda dengan orang-orang sesat dari kalangan ahli kalam. Ruh itu juga naik (ke langit) dan turun (darinya) berbeda dengan orang-orang sesat dari kalangan ahli ilsafat. Serta ruh dikembalikan ke badan lalu orang yang meninggal itu akan ditanya maka ia akan mendapatkan nikmat atau adzab sebagaimana pertanyaan yang diajukan oleh malaikat penanya. Didalam kubur itu amal shaleh atau buruknya akan mendatanginya dengan suatu bentuk yang baik atau buruk (di unduh dari http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apakah-allah-mengembalikan-roh-kepada-jasadnya.htm#.Ul2581NEUjg ).

4 Macam Keadaan Manusia di Dalam Kubur :

1. Ada yang badannya di kuburan, rohnya keliling di alam malakut atau alam gaib tetapi bukan di alam dunia ini. Sebab dalam kitab-kitab agama, kalau disebut langit, bukan langit yang ada mataharinya, bulannya, bintangnya, bukan itu. Langit dalam istilah agama itu termasuk alam gaib. Seperti Nabi Muhammad SAW sewaktu balik ke langit I, II, sampai dengan VII itu bukan langit di alam dunia. Itu adalah langit akhirat, langit alam gaib.

2. Ada yang seperti tidur, tidak bangun-bangun hingga hari kiamat. Selamat menunggu kiamat dan tidur.

3.Ada yang bangkit, dia di kuburan 2-3 bulan, setelah itu baik, dimasukkan dalam burung lalu terbang dan hinggap di pohon-pohon sorga.

4. Hanya khusus para Nabi dan Wali Allah yaitu mereka diberi kesempatan, disuruh memilih mau dimana. Ada yang disuruh memilih memutar-mutar di alam ini, Alam bumi kita ini. Karena itu berita-berita Nabi Khadir AS. Nabi Musa AS, Nabi Yunus AS, Nabi Ilyas AS, itu memang betul. Ada yang badan kasarnya jalan-jalan keliling itu ada dan sering para Wali Allah itu kelihatan pada waktu malam ada orang ketemu Nabi, ketemu Wali, itu tidak mustahil. Itu benar adanya ( di unduh dari http://efendilee.mywapblog.com/4-macam-keadaan-manusia-di-dalam-kubur.xhtml ).

  1. YAUMUL MAHSYAR
Yaumul mahsyar adalah hari berkumpulnya manusia di Padang Mahsyar, untuk menjalani pemeriksaan atau perhitungan amal yang dilakukan selama hidup di dunia.
Firman Allah SWT.
Artinya :
“Dan ditiuplah sangkala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka, ‘Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)’ Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-Nya” Q.S. Yaasiin : 51-52)

Pada hari mahsyar, segala tabir rahasia dibukakan, tidak ada lagi yang dapat disembunyikan. Hari mahsyar juga dinamakan yaumul ardh (hari pertunjukan) karena semua pekerjaan di dunia yang baik maupun yang buruk/jahat diperlihatkan kepada kita. Di hari itu tidak ada orang yang bisa menolong, setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri. Orang tua tidak dapat membantu anaknya begitu pula sebaliknya. Satu-satunya yang dapat menolong adalah keimanan yang benar, keyakinan yang teguh sesuai dengan ajaran agama (Islam)
Firman Allah SWT.
Artinya :
“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya”
(Q.S. Saba’ : 40)

Selanjutnya Allah berfirman :
Artinya :
“Maka pada hari ini sebagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebagian yang lain” (Q.S. Saba’ : 42) (di unduh dari https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150593215452544&id=343855717543 ).

Adapun 7 golongan pada Yaumul Mahsyar, yaitu:

1. Remaja yang hatinya tertambat di dalam masjid
2. Pemimpin yang adil,
3. Orang yang ikhlas dalam berinfaq,

4. Dua insan yang saling mencintai, bertemu, dan berpisah karena Allah
5. Seseorang yang menggunakan masa mudanya (remaja) untuk beribadah pada Allah
6. Muslim yang bangun ditengah malam, berdoa, hingga meneteskan air mata

7. Seorang lelaki yang ketika diajak berzinah dia berkata

Selain itu ada pula 12 golongan yang akan dihalau di padang mahsyar, yaitu:

  • Kelompok Pertama
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tanpa tangan dan berkaki. Mereka adalah orang yang ketika di dunia dulu suka mengganggu tetangganya.
  • Kelompok Kedua
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berupa babi hutan. Mereka adalah orang yang ketika hidupnya meringankan malas dan lalai dalam shalat.
  • Kelompok Ketiga
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan keledai, mereka Sedangkan perut membesar seperti gunung dan di dalamnya penuh dengan ular dan kalajengking. Meraka ini adalah orang yang enggan membayar zakat
  • Kelompok Keempat
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan darah memancut keluar dari mulut mereka. Mereka ini adalah orang yang berdusta didalam jual beli.
  • Kelompok Kelima
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berbau busuk lebih daripada bangkai. Mereka ini adalah orang yang melakukan maksiat sembunyi-sembunyi kerana takut dilihat orang, tetapi tidak takut kepada Allah.
  • Kelompok Keenam
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan leher mereka terputus. Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu.
  • Kelompok Ketujuh
    Dibangkitkan dari kubur tanpa mempunyai lidah dan dari mulut mereka mengalir keluar nanah serta darah. Meraka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran.
  • Kelompok Kedelapan
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan terbalik yaitu kepala kebawah dan kaki keatas, serta farajnya mengeluarkan nanah yang mengalir seperti air. Meraka adalah orang yang berbuat zinadan mati tanpa sempat bertaubat.
  • Kelompok Kesembilan
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah hitam gelap dan bermata biru serta perutnya dipenuhi api. Mereka itu adalah orang yang memakan harta anak yatim dengan cara zalim
  • Kelompok Kesepuluh
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta. Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya.
  • Kelompok Kesebelas
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan buta, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut. Perutnya pula menggelebeh hingga ke paha dan keluar beraneka kotoran. Mereka adalah orang yang minum arak.
  • Kelompok Kedua belas
    Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah yang bersinar-sinar bercahaya laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirath seperti kilat yang menyambar. Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak berbuat baik, selalu menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara shalat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka bertaubat dan mendapat ampunan, kasih sayang dan keridhaan Allah.

“Maka adapun orang yang diberi kitabnya dari arah kanannya, akan diperhitungkan amal perbuatannya dengan mudah, dan kembali kepada ahlinya riang gembira. Adapun orang yang diberikan kitab amalannya dari arah kirinya dia akan mengalami kesengsaraan, dan dimasukakan kedalam Neraka Sa’ir.” (Al- Insyiqaq ayat 7 – 12) ( di unduh dari http://cerita-ilmuku.blogspot.com/2010/02/golongan-golongan-pada-yaumul-mahsyar.html )

  1. HARI PEMBALASAN

 

–          Surga dan Kenikmatannya

SURGA (Al Jannah) adalah suatu tempat di alam akhirat yang penuh dengan keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Di sanalah tempat segala keindahan dan kesenangan yang belum pernah kita lihat dan belum pernah kita nikmati di dunia. Karena itulah surga dikatakan pahala sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. (QS. 18/Al-Kahfi: 31) Allah SWT juga menegaskan, bahwa: “Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya, dan paling indah tempat istirahatnya.” (QS. 25/Al-Furqon: 24)

Siapa sajakah yang berhak menghuni surga? Ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa surga diperuntukkan bagi orang yang beriman. “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2/Al-Baqoroh: 82) “Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, mereka akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Danjanji Allah itu benar. (QS. 4/An-Nisa’: 122) Yang termasuk orang beriman dan berbuat kebajikan, menurut hadits Rosulullah saw. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi adalah orang yang:

a.        suka memberi makan fakir-miskin;

b.        lembut bicaranya; dan

c.        gemar berpuasa dan sholat pada malam hari sewaktu manusia yang lain tidur nyenyak.

 

Tentu saja penghuni surga itu tidak hanya dari umat Nabi Muhammad Rosulullah saw., melainkan juga sebagian dari umat para nabi terdahulu. Allah SWT berfirman, “Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian*). (QS. 56/Al-Waqi’ah: 11-14)

 

  • KEADAAN SURGA DAN PENGHUNINYA

Keadaan di dalam surga penuh dengan keindahan dan kenikmatan. Para penghuninya juga selalu diliputi kesenangan. Al- Qur’an memaparkan keadaan surga kegiatan sehari-           hari penghuni surga sebagai berikut:

  1. Mereka duduk berhadapan di atas dipan-dipan. (QS. 15/Al-Hijr: 47-48)
  2. mereka mengenakan pakaian berwarna hijau yang terbuat dari sutra halus dan sutra tebal. (QS. 18/Al-Kahfi: 31)
  3. mereka mendapat perhiasan berupa gelang-gelang dari emas dan mutiara. (QS. 22/Al-Hajj: 23)
  4. mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. (QS. 25/Al- Furqon: 16)
  5. mereka tak pernah berduka serta tak pernah merasa lelah dan tiada merasa lesu. (QS. 35/Fathir. 34-35)
  6. mereka selalu bersenang-senang. (QS. 36/Yasin: 56-57)
  7. mereka bersuka ria (QS. 52/At-Thur: 17-18)
  8. mereka selalu dikelilingi anak-anak muda yang selalu siap melayani mereka. Rupa mereka seakan-akan mutiara yang tersimpan (QS. 52/Ath-Thur: 24)
  9. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani- permadani yang indah. (QS. 55/Ar-Rohman: 74-76)

        Diterangkan dalam sebuah hadits, bahwa di surga setiap pria beristri dua. Abu Huroiroh ra. mengabarkan, Muhammad Rosuhdlah saw. bersabda, “Rombongan yang pertama-tama masuk surga wajahnya bagai bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak membuang ingus, dan tidak buang air di sana. Bejana dan sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Pedupaan mereka kayu gaharu yang harum. Keringat mereka seharum kesturi. Setiap pria mempunyai dua istri yang kedua betisnya ternbus pandang sehingga kelihatan sumsumnya di balik kulit karena sangat indahnya. Mereka tidak pernah marah atau bertengkar. Hati mereka senantiasa bersatu bertasbih kepada Allah SWTsepanjangpagi dan petang”. (HR. Muslim)

        Seluruh penghuni surga berhati bersih. Tidak memiliki rasa dendam dan dengki. Dan masing-masing merasa bersaudara. “Kami cabut segala macam dendam yang ada dalam dada mereka” (QS. 7/Al-A’rof 43) “Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara. ” (QS. 15/Al-Hijr: 47-48) Karena itulah interaksi yang terjadi antar sesama penghuni surga selalu damai. Sebab:

  1. mereka tidak mendengar perkataan yang tiada berguna (QS. 19/ Maryam: 62)
  2. mereka juga tidak mendengar kata-kata yang menimbulkan dosa, (QS. 56/A/- Waqi’ah: 25)
  3. dan tiada terdengar kata-kata dusta (QS. 78/An-Naba’: 35)

 

Para ahli surga pun memperoleh pendamping yang lebih baik dari pada istri-istri mereka sewaktu di dunia. “Kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah”. (QS. 44/Ad- Dukhon: 54) “Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang cantik bermata indah.” (QS. 52/Ath-Thur: 20)

Sebagaimana kehidupan di dunia, para penghuni surga pun mendapat makan dan minum, namun tidak pernah buang air besar atau kecil. Jabir ra. memberitahukan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Penduduk surga juga makan minum di dalamnya, namun mereka tidak meludah, tidak buang air besar atau kecil, dan tidak membuang ingus”. Sahabat bertanya, “Bagaimana makanan yang mereka makan ? ” Nabi saw. bersabda, “Keluar dari sendawa yang harumnya seperti kesturi. Mereka senantiasa bertasbih dan bertahmid sebanyak tarikan nafas kalian”. (HR. Muslim) Berikut ayat-ayat Al-Qur’an yang mengemukakan tentang kegiatan makan minum penghuni surga, antara lain:

  1. mereka (penghuni surga) memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka inginkan. (QS. 2/Al-Baqoroh: 25)
  2. mereka menerima rezeki setiap pagi dan petang. (QS. 19/Maryam: 62-63)
  3. mereka memperoleh ucapan “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (QS. 36/Ya Sin: 57-58)
  4. piring-piring di surga terbuat dari emas. (QS. 43/Az-Zukhruf: 71- 72)
  5. mereka (para penghuni surga makan minum dengan enak. (QS. 52/Ath-Thur: 19)
  6. di surga ada pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) (QS. 56/Al-Waqi’ah: 27-34)
  7. di surga terdapat minuman air kafur. (QS. 76/Al-Insan: 5-6)
  8. buah-buahan di surga mudah dipetik. ’’Dan naungan (pepo- honan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah- mudahnya untuk memetik (buah)nya (QS. 76/Al Insan: 4)
  9. bejana-bejana dan gelas-gelas di surga terbuat dari perak. (QS. 76/Al-Insan: 15-16)
  10. di surga juga ada minuman jahe. (QS. 76/Al-Insan: 17-18)
  11. di surga ada kebun-kebun dan buah anggur. (QS. 78/An-Naba’: 31-34)
  12. di surga terdapat bermacam-macam daging yang diinginkan. (QS. 52/Ath-Thur: 22)
  13. di surga boleh meminum minuman keras yang tidak mema- bukkan. (QS. 37/Ash- Shoffat: 45-47)

 

  1. di surga terdapat sungai susu, madu, dan sungai arak serta berbagai macam buah-buahan. (QS. 47/Muhammad: 15) (di unduh dari http://m.pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/hikmah//926/surga-dan-kenikmatan-yang-dijanjikan.html )

 

Tingkatan Surga berdasarkan dalil Al Qur’an

1. Surga Firdaus
Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:
sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah ‘surga firdaus menjadi tempat tinggal“.
Juga penegasanya dalam Al Qur’an, surat Al Mu’minuun, ayat 9-11.
Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang – orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya“.

2. Surga Adn
Surga ‘Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur’an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.
(Yakni) surga ‘Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang (dalam keaddan) bersih (saat didunianya dari berbagai dosa)“.
Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :
(Yaitu) surga’Adn yang pintu – pintunya terbuka bagi mereka“.

3. Surga Na’iim
Dalam Al Qur’an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :
Maka orang – orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan“.
Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :
Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan“.

4. Surga Ma’wa
Banyak sekali didalam Al Qur’an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:
Adapun orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga – surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan“.
Firman-nya lagi didalam surat An Naazi’aat, ayat 41:
Maka sesungguhnya surga ma’walah tempat tinggal(nya)“.

5. Surga Darussalam
Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur’an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :
Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus“.

6. Surga Daarul Muqoomah
Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur’an, surat Faathir, ayat 34-35:
Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya“.

7. Surga maqoomul Amiin
Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur’an, surat Ad Dukhan, ayat 51:
Sesungguhnya orang – orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)“.

8. Surga Khuldi
Di dalam Al Qur’an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :
Katakanlah : “Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka“.

 

–          Neraka dan Siksaannya

Nama-nama 7 pintu neraka beserta penjelasan yang disebutkan di dalam Al Qur’an :

  • Hawiyah – Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim laki dan perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya. Surah Al-Qari’ah.
  • Jahiim – Neraka sebagai tempat penyiksaan orang-orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. Surah Asy-Syu’ara’ dan Surah As-Saffat.
  • Saqar – Neraka untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad, tetapi mereka meremehkan syariat Islam. Surah Al-Muddassir.
  • Lazhaa – Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah, membayar zakat, atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan. Surah Al-Ma’arij.
  • Huthamah – Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta. Surah Al-Humazah.
  • Sa’ii – Neraka yang diisi oleh orang-orang kafir dan orang yang memakan harta anak yatim. Surah Al-Ahzab, Surah An-Nisa’, Surah Al-Fath dan Surah Luqman.
  • Wail – Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik, dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dosa-dosa mereka ( di unduh dari http://semesta-crew.blogspot.com/2013/08/gambaran-neraka-jahanam-beserta-tempat.html ).

Neraka dan Siksanya– Materi ini masih berkaitan dengan judul sebelumnya yaitu Beriman kepada hari akhir. Sebagai mana kita ketahui bahwa seorang muslim diwajibkan mengimani bahwa dunia dan seluruh alam semesta akan sampai pada suatu masa dimana akan Alloh hancurkan. Dikala itu, semua manusia dan makhluk lainnya akan dikumpulkan oleh Alloh Subhanahuwata’ala dan masing-masing akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya dikala di dunia. Salah satu balasan yang akan diberikan Alloh Subhanahuwata’ala kepada makhulnya atas kedurhakaan mereka adalah siksaan api neraka, pada kesempatan kali ini, akan sedikit diulas beberapa hal mengenai bagaimana keadaan Neraka dan Siksaan-siksaan yang ada didalamnya:

 Kedalamannya.

Abu Hurairah Radhiallohu’anhu berkata:

( كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ   إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ: (( هَلْ تَدْرُوْنَ مَا هَذَا؟ )) قُلْنَا: اللَّهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: (( هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِيْنَ خَرِيْفاًً فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا، فَسَمِعْتُمْ وَجْبَتَهَا ))

“Kami berada bersama Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam, dan kami mendengar suara sesuatu yang jatuh, Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian suara apa itu? Kami menjawab, “Alloh dan Rasul-Nya yang paling mengetahui”, Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Itu suara batu yang dilemparkan ke neraka tujuh puluh tahun yang lalu, tetapi baru sekarang sampai di dasarnya.” (HR. Muslim)

Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam pernah menerangkan tentang didatangkannya neraka pada hari kiamat, beliau bersabda:

(( يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا ))

“Neraka Jahannam akan didatangkan pada hari itu dengan memiliki 70 ribu kendali, setiap kendalinya ditarik oleh 70 ribu Malaikat. (HR. Muslim)

      Kekuatan Panasnya.

Nabi  Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda,

(( نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوْقِدُ ابْنُ آدَمَ، جُزْءٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّم ))

“Api kalian yang biasa dinyalakan oleh anak Adam ini adalah sepertujuh puluh bagian dari panasnya api neraka.” (HR. Bukhari). (Dan api itu tidak akan pernah padam)

Dari Anas bin Malik Radhiallohu’anhu ia berkata, bahwa Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda: “Alloh berkata kepada penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat, ‘Seandainya segala sesuatu yang ada di bumi itu milikmu, maukah kamu menebus dengannya siksa neraka itu?’ Ia menjawab, “Ya”. Maka Alloh Subhanahuwata’ala berkata: “Aku menginginkan darimu apa yang lebih ringan dari itu, ketika engkau berada di sulbi (tulang punggung) Adam, yaitu hendaknya engkau tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, tetapi engkau enggan kecuali menyekutukan Aku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahan Bakar Api Neraka

Al-Qur’an dengan tegas menjelaskan apa yang menjadi bahan bakar api neraka yang terus berkobar dan menyala dengan dahsyat itu. Seperti dijelaskan dalam ayat: “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakann bagi orag-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)
Dan firman Allah SWT:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluragamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintah-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Yang dimaksud dengan bahan bakar ialah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalakan api atau mengobarkannya, demikian menurut pendapat Imam Jauhari. Menurut pendapat Abu Ubaidah: “Segala sesuatu yang engkau lemparkan di dalam api berarti engkau telah menjadikannya sebagai bahan bakar.”

Menurut ahli tafsir, manusia yang dijadikan sebagai bahan bakar api neraka itu adalah orang-orang kafir dan musyrik. Adapun mengenai jenis batu yang dijadikan sebagai bahan bakar neraka itu, pada hakekatnnya hanya Allah yang tahu.

Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa batu-batu ini ialah jenis batu belerang. Abdullah bin Mas’ud berpendapat bahwa batu-batu itu adalah bartu belerang yang diciptakan Allah ketika menciptakan langit dan bumi, di langit dunia dan Dia menyediakannya bagi orang-orang kafir. Pendapat ini juga didukung Ibnu Abbas, Mujahid, dan Ibnu Juraij.

Ibnu Rajab menyatakan bahwa kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan batu-batu itu adalah batu belerang untuk menyalakan api.

Pendapat ini didasarkan atas analisis orang-orang terdahulu bahwa batu belerang mempunyai kekhususan yang tidak dimiliki jenis batu lainnya. Bara api dan kekuatan panasnya tak terungguli oleh jenis-jenis batu yang lainnya. Dalam hal ini dinyatakan bahwa batu belerang setidaknya ada lima unsur kekhasan, yang tepat dijadikan sebagi alat pembakaran dan penyiksaan, yaitu: Cepat menyala, berbau busuk, banyak berasap, sangat lengket pada badan dan panasnya sangat kuat.

Mengenai hakekat kebenaran jenis batu yang dijadikan sabagai bahan bakar neraka itu, kiranya hanyalah Allah yang mengetahuinya. Yang pasti Allah menjelaskan bahwa bahan bakar api neraka itu ialah “manusia dan batu.” Sebab apa yang ada di akhirat itu, tidaklah sama persis dengan yang ada di dunia. Kesamaan itu hanyalah pada namanya saja.

Di samping keterangan ayat tersebut di atas, Allah SWT juga menjelaskan di dalam ayat lain bahwa bahan bakar neraka itu juga berupa orang-orang yang menyembah berhala dan berhala sembahannya itu. Allah SWT berfirman:

 

 

Artinya: “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.” (QS. Al-Anbiya’: 98-99) ( di unduh dari http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/02/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para.html )

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s